Bos BGN Beri Isyarat akan Efisiensi Anggaran Program MBG, Kenapa?

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberi sinyal akan melakukan efisiensi anggaran. Menurutnya ini merupakan upaya pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya krisis ekonomi.

Dadan menjelaskan, rencana efisiensi anggaran BGN setelah ia mengikuti rapat harmonisasi anggaran. BGN sendiri, kata Dadan, akan mengitung kembali skema pembiayaan program kebangga Presiden Prabowo Subianto, makan bergizi gratis (MBG).

Sebagai informasi, anggaran program MBG dalam pagu anggaran APBN 2026 yang disetujui DPR RI mencapai Rp355 triliun. Angka tersebut jika dirinci komponen dari optimalisasi pagu utama senilai Rp268 triliun dan terdapat dana standby senilai Rp67 triliun.

BACA JUGA:Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG, BGN Suspend 9 SPPG di Gresik

Sementara itu, Dadan menyebut bahwa pemerintah telah merespons isu global dengan berbagai macam skema. Ia tak memungkiri kekhawatiran global saat ini adalah rentannya pasokan energi dan itu berefek terhadap ekonomi nasional.

"Kami baru saja mengikuti rapat harmonisasi anggaran. Intinya, kami menyikapi mekanisme global, terutama terkait energi dan efeknya ke ekonomi nasional. Saat ini kami sedang melakukan hitung-hitungan agar bisa berkontribusi menyikapi krisis yang ada," ujar Dadan saat ditemui di Kejaksaan Agung, Selasa 17 Maret 2026.

Yang menarik, Dadan mengaku bahwa belum ada angka secara pasti untuk anggaran program MBG yang akan menyusut. Hanya saja, efisiensi anggaran program MBG ini menjadi inisiatif BGN meski belum ada instruksi tegas dari Presiden Prabowo.

Menurutnya dengan langkah ini BGN ingin menumbuhkan sense of crisis agar penggunaan uang negara benar-benar tepat sasaran. Salah satu langkah konkret yang tengah dikaji adalah fokus pada optimalisasi pagu utama sebesar Rp268 triliun tanpa menyentuh dana cadangan atau standby yang tersedia.

BACA JUGA:Wajib 'Ngonten'! BGN Minta SPPG Seluruh Indonesia Jadi Influencer MBG

​"BGN punya pagu Rp268 triliun dengan dana standby Rp67 triliun. Langkah pertama, kita optimalkan yang Rp268 triliun itu dan mencoba tidak menghitung dana yang standby. Kita efektifkan yang ada," jelasnya.

Efisiensi yang dimaksud Dadan bukan sekadar memotong jumlah anggaran yang ada saat ini, melainkan menutup celah penyalahgunaan. Menurutnya, penggunaan anggaran yang efektif secara otomatis akan mengurangi risiko anggaran terbuang percuma.

​Pihaknya saat ini sedang membedah komponen mana saja yang bisa dihemat tanpa mengurangi kualitas gizi yang akan diterima masyarakat. Dadan berjanji akan memaparkan detail penghematan tersebut begitu proses kajian internal rampung dilakukan.

​"Kami akan lakukan kegiatan-kegiatan yang lebih efektif dan mengurangi penggunaan anggaran pada pos yang memungkinkan. Nanti setelah hitung-hitungannya selesai dan kita laksanakan, akan saya sampaikan secara terbuka," pungkas Dadan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Krisis Global
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Awalnya THR PPPK Paruh Waktu Rp 200 Ribu, Diprotes, Langsung Naik 10 Kali Lipat
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Kuasa Hukum Insanul Fahmi Soroti Sikap Wardatina Mawa yang Dinilai Masih Batasi Kliennya untuk Bertemu Anak, Singgung Aturan
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Viral Pria di Tangerang Protes Kucingnya Dijaring tapi Malah Dicekik
• 3 jam laludetik.com
thumb
Mudik Nyaman Bersama Pegadaian Berangkatkan Lebih dari 4.000 Peserta
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.