Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) berencana untuk memperluas RSUD Tebet guna meningkatkan pelayanan kepada pasien agar lebih maksimal.
"Terkait hal-hal yang perlu dibenahi, pertama adalah kebutuhan ruangan. Kedua, kondisi lahan di sini juga cukup sempit, hanya sekitar 1.000 meter persegi (m2), sementara jumlah orang yang berobat sangat banyak," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar saat meninjau RSUD Tebet Jakarta, Selasa.
Anwar mengatakan pihaknya berencana melakukan perluasan, karena situasi saat ini sudah tidak memungkinkan jika dibandingkan dengan jumlah pasien dan pengunjung yang berobat setiap hari.
Berdasarkan informasi, setiap harinya terdapat sekitar 400 hingga 500 kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Tebet dan jumlah itu belum termasuk pasien yang menjalani rawat inap.
Terlebih, Gubernur DKI Pramono Anung memprioritaskan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
Maka itu, dia berharap hasil kunjungan ini dapat ditindaklanjuti kepada pimpinan agar bisa direalisasikan.
"Mudah-mudahan hal ini dapat kami sampaikan kepada Bapak Gubernur agar segera ditindaklanjuti, mengingat kebutuhan masyarakat di wilayah Tebet ini sangat tinggi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala RSUD Tebet, Juliet Pieter, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Walikota Jakarta Selatan untuk melihat dan mendengar secara langsung mengenai keterbatasan lahan yang dimiliki.
"Kami sangat membutuhkan ruang tambahan, namun untuk melakukan relokasi atau mencari lahan tambahan di wilayah Tebet saat ini memang cukup sulit," katanya.
Juliet pun memohon agar aspirasinya itu dapat disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta agar RSUD Tebet diberikan kesempatan untuk melakukan renovasi besar.
"Tujuannya adalah agar pasien dapat merasa lebih nyaman saat menunggu maupun saat menjalani perawatan," ucapnya.
Baca juga: RSUD Pasar Minggu tetap layani pasien 24 jam selama libur Lebaran
Baca juga: Pramono ingatkan peran faskes dalam layanan kesehatan modern
Baca juga: Pelajar tewas kecelakaan, DKI tanggung biaya rumah sakit dan pemakaman
"Terkait hal-hal yang perlu dibenahi, pertama adalah kebutuhan ruangan. Kedua, kondisi lahan di sini juga cukup sempit, hanya sekitar 1.000 meter persegi (m2), sementara jumlah orang yang berobat sangat banyak," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar saat meninjau RSUD Tebet Jakarta, Selasa.
Anwar mengatakan pihaknya berencana melakukan perluasan, karena situasi saat ini sudah tidak memungkinkan jika dibandingkan dengan jumlah pasien dan pengunjung yang berobat setiap hari.
Berdasarkan informasi, setiap harinya terdapat sekitar 400 hingga 500 kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Tebet dan jumlah itu belum termasuk pasien yang menjalani rawat inap.
Terlebih, Gubernur DKI Pramono Anung memprioritaskan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
Maka itu, dia berharap hasil kunjungan ini dapat ditindaklanjuti kepada pimpinan agar bisa direalisasikan.
"Mudah-mudahan hal ini dapat kami sampaikan kepada Bapak Gubernur agar segera ditindaklanjuti, mengingat kebutuhan masyarakat di wilayah Tebet ini sangat tinggi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala RSUD Tebet, Juliet Pieter, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Walikota Jakarta Selatan untuk melihat dan mendengar secara langsung mengenai keterbatasan lahan yang dimiliki.
"Kami sangat membutuhkan ruang tambahan, namun untuk melakukan relokasi atau mencari lahan tambahan di wilayah Tebet saat ini memang cukup sulit," katanya.
Juliet pun memohon agar aspirasinya itu dapat disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta agar RSUD Tebet diberikan kesempatan untuk melakukan renovasi besar.
"Tujuannya adalah agar pasien dapat merasa lebih nyaman saat menunggu maupun saat menjalani perawatan," ucapnya.
Baca juga: RSUD Pasar Minggu tetap layani pasien 24 jam selama libur Lebaran
Baca juga: Pramono ingatkan peran faskes dalam layanan kesehatan modern
Baca juga: Pelajar tewas kecelakaan, DKI tanggung biaya rumah sakit dan pemakaman





