UEFA sebagai badan sepak bola tertinggi di Eropa membuka proses disipliner terhadap Neto setelah ia terlihat mendorong anak gawang dari kursinya saat berusaha mengambil bola di penghujung pertandingan.
Insiden tersebut terjadi pada leg pertama babak 16 besar yang berlangsung di Parc des Princes. Dalam pertandingan itu, Chelsea harus menelan kekalahan dengan skor 2-5 dari Paris Saint-Germain.
Baca Juga :
Chelsea vs PSG: Mencari Keajaiban London Barat demi Tiket Perempat Final Liga ChampionsUEFA hanya menjatuhkan peringatan kepada pemain sayap The Blues tersebut atas tindakan yang dinilai sebagai perilaku yang tidak sportif.
Pelatih Kepala The Blues, Liam Rosenior, menyambut baik keputusan tersebut. Ia menilai tidak ada niat buruk dari pemainnya saat insiden terjadi.
"Dia sudah meminta maaf atas insiden di Paris. Tidak ada niat buruk sama sekali dari Neto, dia hanya ingin melanjutkan pertandingan. Saya pikir UEFA telah membuat keputusan yang tepat," kata Rosenior dalam konferensi pers jelang leg kedua yang akan berlangsung di Stamford Bridge, Senin 16 Maret 2026.
Sebelumnya, Neto juga telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada anak gawang tersebut. Hal itu diungkapkan dalam wawancara pasca pertandingan dengan TNT Sports
"Saya bukan orang yang seperti itu. Itu terjadi karena emosi sesaat dan saya telah meminta maaf. Saya memberikan baju saya kepadanya. Saya benar-benar menyesalinya dan saya merasa harus meminta maaf kepadanya," ujar Neto.
Chelsea dijadwalkan akan menghadapi Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions leg ke-2 di Stamford Bridge pada 18 Maret 2026 dini hari (WIB). The Blues membutuhkan kemenangan besar untuk membalikkan defisit agregat dari leg pertama. (Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





