Jadikan 2026 Fase Turnaround Kinerja, Intip 11 Inisiatif Strategis Transformasi Garuda Indonesia

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terus memperkuat fondasi transformasi bisnisnya dengan menargetkan tahun 2026 sebagai fase turnaround kinerja Perseroan. Hal itu dilakukan seiring dengan pemulihan kapasitas produksi secara bertahap, penguatan struktur permodalan, serta inisiatif langkah perbaikan bisnis dan operasional sejalan dengan berbagai langkah strategis transformasi yang dicanangkan Garuda Indonesia Group.

Selaras dengan tantangan fundamental kinerja di tahun buku 2025, manajemen baru Garuda Indonesia yang ditunjuk Danantara di akhir kuartal IV-2025 memproyeksikan sejumlah fokus transformasi kinerja yang akan diakselerasikan di tahun kinerja 2026 ini.

Baca Juga :
Sokong Swasembada Energi, Danantara dan Tsingshan Group Hibahkan PLTS ke Warga Sumenep
Genap Setahun, Danantara Bangun Fondasi Generasi Masa Depan, Bank Mandiri Dukung Akses Pendidikan

Melalui penguatan struktur manajemen yang diperkuat oleh kepemimpinan baru  Direktur Utama Glenny Kairupan, Wakil Direktur Utama Thomas Oentoro, serta kombinasi talenta internal Perseroan dan profesional internasional dalam jajaran Direksi.

"Garuda Indonesia memproyeksikan percepatan langkah perbaikan fundamental kinerja yang mencakup 11 inisiatif transformasi guna mendorong optimalisasi kinerja perusahaan secara lebih solid sepanjang tahun 2026, ujar Glenny dikutip dari keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.

Melalui dukungan pendanaan shareholder loan dan capital injection di tahun 2025 oleh Danantara, pada akhir tahun Perseroan berhasil mencatatkan perbaikan signifikan pada posisi ekuitas yang kembali positif sebesar US$91,9 juta per 31 Desember 2025, meningkat dari posisi tahun sebelumnya yang masih negatif US$1,35 miliar.

Dukungan Shareholder Loan (SHL) pada pertengahan 2025 serta capital injection pada akhir tahun 2025 dengan nilai keseluruhan sekitar Rp23,7 triliun, ditujukan untuk mendukung percepatan program perawatan dan reaktivasi armada, serta penyelesaian kewajiban Citilink kepada Pertamina. Dari total dukungan tersebut, 64% atau sekitar Rp15 triliun dialokasikan kepada Citilink, sementara Garuda Indonesia memperoleh total alokasi sebesar Rp8,7 triliun untuk kebutuhan perawatan armada, yang masih terus berlangsung dan terus dioptimalkan hingga akhir tahun 2026.

Dengan kondisi tersebut, Garuda Indonesia mencatatkan kas dan setara kas sebesar US$943,4 juta pada akhir 2025, meningkat signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar US$219,1 juta. Arus kas tersebut yang akan dioptimalkan untuk memaksimal fundamental operasional Perusahaan kedepannya. Lebih lanjut, peningkatan ini turut mencerminkan perbaikan likuiditas perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas operasional serta mendukung berbagai langkah transformasi bisnis yang tengah dijalankan.

Baca Juga :
Hashim Tegaskan Tak Akan Terlibat Bisnis dari Program 3 Juta Rumah
PP Properti Tebar Keberkahan Ramadhan di Area Operasional Bisnis
Ekspansi Bisnis Ditopang Operasional Modern, BTN Pastikan Kasih Layanan Full Banking Services

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kontras dan Kuasa Hukum Andrie Yunus Akan Beri Keterangan Pers Rabu Siang
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Ini Alasan Perempuan Haid Dianjurkan ke Lapangan Salat Id
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Rumah Tangga Bermasalah, Suami Maissy Mengaku Sudah Pisah Rumah
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Platform X Batasi Pengguna Minimal 16 Tahun di Indonesia, Komdigi Apresiasi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kakorlantas Ungkap Biang Kerok Kemacetan Parah di Tol MBZ
• 20 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.