TNI buka kemungkinan gandeng Polri usut kasus penyiraman air keras

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan Polri dalam menyelidiki kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.

"Nanti kita lihat (peluang kerja sama dengan Polri) karena sekali lagi, kami dari TNI juga punya perangkat hukum dan ini dilakukan oleh aparat yang berwenang di lingkungan TNI," kata Aulia saat menggelar jumpa pers di Jakarta Pusat, Selasa.

Hingga saat ini, pihaknya masih mengandalkan metode penyelidikan ala TNI dalam mengungkap kasus tersebut.

Aulia menjelaskan, ada beberapa pertimbangan mengapa TNI akhirnya turun tangan menangani kasus ini. Salah satu alasan utamanya yakni opini yang berkembang di masyarakat.

Menurut Aulia, opini masyarakat saat ini menimbulkan narasi yang terkesan menuduh TNI terlibat dalam kasus penyerangan tersebut.

Opini itu, lanjut Aulia, merupakan sebuah temuan yang harus ditindaklanjuti TNI dengan cara ikut serta mengungkap kasus penyiraman air keras.

"Tentunya kita tidak ingin ini menjadi opini yang berkembang di masyarakat," kata Aulia.

Untuk membuktikan kepada masyarakat, Aulia memastikan proses penyelidikan kasus air keras kepada aktivis ini akan digelar secara transparan dan profesional demi menghindari penghilangan fakta kasus.

Namun saat ditanya sudah sampai di mana proses penyelidikan yang telah dilakukan TNI, Aulia belum bisa menjelaskan dengan detail.

"Masih dalam proses. Jadi nanti kawan-kawan wartawan mohon bersabar," jelas dia.

Baca juga: TNI pastikan penyelidikan kasus penyiraman air keras transparan

Baca juga: TNI pastikan penyelidikan kasus penyiraman air keras transparan

Baca juga: Mabes TNI ikut telusuri kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MNC Peduli Salurkan ZIS dan Bantuan Sembako kepada Petugas Honorer Kecamatan Menteng
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Arus Mudik ke Semarang Tembus 30.000 Kendaraan, Masih Lancar tapi Diprediksi Meledak Saat Puncak
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
BI Salurkan Likuiditas Rp 427 Triliun ke Perbankan, Porsi Himbara Paling Banyak
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Seruan Hamas kepada Iran terkait Risiko Eskalasi Perang bagi Timur Tengah
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Indointernet (EDGE) Ungkap Jadwal dan Skema Delisting dari BEI
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.