Tangerang: Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Djaka Budhi Utama, turun langsung meninjau operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. Hal itu dilakukan untuk menjamin kelancaran arus penumpang internasional yang diprediksi akan melonjak tajam.
Di hadapan para petugas, Djaka memberikan instruksi tegas namun suportif. Menurut dia, profesionalisme harus beriringan dengan keramahan mengedepankan pendekatan humanis
"Lakukan pelayanan dengan humanis dan maksimal sehingga para penumpang yang mudik lancar dan bahagia. Jangan sampai ada penumpukan di terminal; manfaatkan teknologi yang ada untuk pengawasan yang optimal," tegas Djaka melalui keterangan tertulis, Selasa, 17 Maret 2026.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Djaka menyisir berbagai area krusial yang menjadi titik temu pelayanan dan pengawasan. Di antaranya area kedatangan internasional dengan meninjau alur conveyor belt dan fasilitas X-ray di Terminal 3.
Baca Juga :
Tinjau Pelayanan, Dirjen Bea Cukai Tekankan Integritas dan Optimalisasi AILalu, pusat komando dengan memantau aktivitas lapangan melalui Monitoring Control Room (MCR). Hal itu dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap situasi di terminal.
Selain itu, Djaka meminta Bea Cukai Soekarno-Hatta menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga keseimbangan antara fungsi pengawasan (menjaga masuknya barang ilegal) dan fungsi pelayanan (kenyamanan penumpang). Melalui transparansi dan integritas, diharapkan periode puncak perjalanan internasional tahun ini dapat berjalan dengan aman dan berkesan bagi masyarakat.
Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Djaka Budi Utama melakukan peninjauan di Bandara Soekarno Hatta. Foto: Istimewa.
Merespons arahan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan infrastruktur digital untuk meminimalisir kepadatan. Salah satu hal prioritas yang dilakukan ialah optimasi Auto Gate All Indonesia untuk pelaporan Electronic Customs Declaration (E-CD).
Sistem ini memungkinkan penumpang menyelesaikan kewajiban pabean secara mandiri dan cepat. Sehingga tidak terjadi penumpukan di pintu keluar.
Selain itu, transformasi layanan IMEI berbasis digital terus diperkuat. Sehingga, dapat memberikan kemudahan ekstra bagi masyarakat.



