Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan usaha untuk 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.
"Kami ingin para pelaku UMKM tetap bangkit, terus berusaha dan tidak kehilangan semangat,” kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat penyaluran bantuan tersebut di rumah dinas bupati setempat di Kota Pariaman, Selasa.
Ia mengatakan, bantuan tersebut sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat karena sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus diperkuat, terutama dalam situasi pascabencana.
Karena itu, pemerintah daerah terus memberikan bantuan, dukungan dan pendampingan agar sektor UMKM segera pulih dan kembali produktif.
Baca juga: Pemkab Padang Pariaman upayakan percepatan pemulihan pascabencana
Ia menyampaikan, meskipun bantuan tersebut tidak dapat sepenuhnya menggantikan kerugian yang dialami oleh korban bencana namun merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang baru saja mengalami musibah.
Jenis bantuan yang juga hasil kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Padang Pariaman tersebut, yaitu berupa kompor gas, tabung gas dan minyak goreng 5 liter. Selain itu tepung terigu 5 kilogram serta uang tunai sebesar Rp250 ribu untuk mendukung operasional usaha mereka.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman juga telah menyalurkan bantuan dari Komisi VII DPR RI dan mitra kerja senilai Rp500 juta untuk pelaku UMKM di Padang Pariaman yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Pemerintah pusat perbaiki infrastruktur rusak di Padang Pariaman
Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Padang Pariaman, Hendri Satria mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses asesmen terhadap pelaku UMKM terdampak bencana yang dilakukan pada awal Januari 2026.
“Pada tanggal 8 Januari 2026 kami melakukan validasi dan verifikasi langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil para pelaku UMKM serta kebutuhan mereka agar bisa kembali berproduksi,” ujarnya.
Dari hasil asesmen tersebut, tercatat sebanyak 605 pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Dari jumlah itu, 424 UMKM bergerak di sektor perdagangan dan kuliner, 122 di sektor peternakan, sekitar 20 di sektor perikanan serta beberapa lainnya di sektor ekonomi kreatif dan industri kecil.
"Kami ingin para pelaku UMKM tetap bangkit, terus berusaha dan tidak kehilangan semangat,” kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat penyaluran bantuan tersebut di rumah dinas bupati setempat di Kota Pariaman, Selasa.
Ia mengatakan, bantuan tersebut sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat karena sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus diperkuat, terutama dalam situasi pascabencana.
Karena itu, pemerintah daerah terus memberikan bantuan, dukungan dan pendampingan agar sektor UMKM segera pulih dan kembali produktif.
Baca juga: Pemkab Padang Pariaman upayakan percepatan pemulihan pascabencana
Ia menyampaikan, meskipun bantuan tersebut tidak dapat sepenuhnya menggantikan kerugian yang dialami oleh korban bencana namun merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang baru saja mengalami musibah.
Jenis bantuan yang juga hasil kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Padang Pariaman tersebut, yaitu berupa kompor gas, tabung gas dan minyak goreng 5 liter. Selain itu tepung terigu 5 kilogram serta uang tunai sebesar Rp250 ribu untuk mendukung operasional usaha mereka.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman juga telah menyalurkan bantuan dari Komisi VII DPR RI dan mitra kerja senilai Rp500 juta untuk pelaku UMKM di Padang Pariaman yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Pemerintah pusat perbaiki infrastruktur rusak di Padang Pariaman
Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Padang Pariaman, Hendri Satria mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses asesmen terhadap pelaku UMKM terdampak bencana yang dilakukan pada awal Januari 2026.
“Pada tanggal 8 Januari 2026 kami melakukan validasi dan verifikasi langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil para pelaku UMKM serta kebutuhan mereka agar bisa kembali berproduksi,” ujarnya.
Dari hasil asesmen tersebut, tercatat sebanyak 605 pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Dari jumlah itu, 424 UMKM bergerak di sektor perdagangan dan kuliner, 122 di sektor peternakan, sekitar 20 di sektor perikanan serta beberapa lainnya di sektor ekonomi kreatif dan industri kecil.





