Pemerintah Kaji WFH untuk Tekan Konsumsi BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi Global

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengkaji sejumlah langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM), termasuk opsi penerapan work from home (WFH), di tengah ketidakpastian energi global.

Wacana WFH untuk Penghematan BBM

Bahlil menyampaikan bahwa opsi WFH masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final pemerintah.

Ia mengungkapkan, "Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting."

Pemerintah menilai penghematan BBM menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi nasional di tengah potensi krisis akibat konflik di Timur Tengah.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga mendorong efisiensi penggunaan energi, termasuk mempertimbangkan kebijakan WFH dalam sidang kabinet.

Prabowo menyatakan, "Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar."

Stok Energi Nasional Dipastikan Aman

Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional seperti BBM, LPG, dan batu bara dalam kondisi aman hingga Lebaran 2026.

Bahlil menegaskan, "Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya tidak ada masalah. Batu bara untuk PLN rata-rata 14–15 hari, sesuai batas minimal standar nasional."

Subsidi BBM juga dipastikan tetap dijaga setidaknya hingga selesai masa libur Lebaran 2026.

Pemerintah akan melakukan evaluasi lanjutan setelah bulan Maret untuk menentukan strategi energi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Ia menambahkan, "Yang penting kita bisa melakukan perencanaan yang baik, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Strategi setelah Maret pun sudah kita siapkan. Hal yang paling utama adalah memastikan stok selalu tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di Indonesia."

Indonesia juga mendapat perkembangan positif terkait kebijakan tutup-buka Selat Hormuz yang memungkinkan kapal dari negara selain Israel dan Amerika Serikat kembali beroperasi sehingga membantu stabilitas pasokan energi.

Sejumlah negara lain turut menerapkan kebijakan penghematan energi seperti Thailand, Filipina, dan Pakistan yang mengatur pola kerja serta konsumsi listrik di sektor publik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Tiket Pesawat Mahal Saat Mudik, Kemenhub Ungkap Penyebab Utama Ada pada Rute Transit
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Reaksi Netizen Gelar Senegal Dicabut dan Maroko Juara AFCON 2025, Jujur Janggal!
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Kemenhaj: 28.170 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Indonesia Sejak Perang di Iran Pecah
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Baim Wong Bongkar Honor Reza Rahadian hingga Asri Welas, Ada yang Setara 2 Lamborghini
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Update Perang Iran 2026: 200 Tentara AS Terluka, 13 Personel Gugur
• 16 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.