MALANG (Realita) – Pemerintah Kota Malang kembali menggelar program mudik gratis menjelang Hari Raya Idulfitri. Sebanyak 322 peserta diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dari halaman depan Balai Kota Malang, Selasa (17/3).
Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi selama arus mudik.
Baca juga: Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Silaturahmi ke PWNU Jatim
“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat bisa mudik dengan lebih aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” ujar Wahyu.
Ia juga berharap para peserta dapat menikmati perjalanan dan merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Ratusan peserta diberangkatkan menggunakan sejumlah armada bus menuju berbagai daerah di Jawa Timur. Sejak pagi, suasana pemberangkatan terlihat ramai dengan para pemudik yang membawa barang bawaan dan bersiap menuju daerah asal masing-masing.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyebutkan bahwa sebagian besar rute tujuan dipenuhi peminat. Tujuan Ponorogo dan Banyuwangi menjadi yang paling banyak diminati peserta.
“Tujuan terbanyak Ponorogo dan Banyuwangi. Untuk Banyuwangi, baik jalur Situbondo maupun Jember, semuanya terisi penuh,” jelasnya.
Baca juga: Wali Kota Wahyu Hidayat Pastikan Kesiapan Malang Hadapi Arus Mudik dan Wisata Lebaran
Namun demikian, ia mengakui masih ada keterbatasan layanan, khususnya untuk rute menuju Pulau Madura. Pada tahun ini, armada hanya melayani hingga Kabupaten Sampang.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi karena masih banyak masyarakat yang ingin menuju Pamekasan dan Sumenep namun belum terfasilitasi.
“Ini akan menjadi evaluasi ke depan. Karena permintaan ke wilayah Pamekasan dan Sumenep cukup tinggi, sementara layanan baru sampai Sampang,” ujarnya.
Widjaja menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut agar ke depan jangkauan rute dapat diperluas, termasuk ke wilayah Madura bagian timur.
Baca juga: Pemkot Malang Luncurkan Logo HUT ke-112, Wali Kota: Cerminkan Perjalanan Sejarah dan Semangat Kota Berkelas
Di sisi lain, terkait adanya kursi kosong di beberapa armada, ia menegaskan bahwa hal itu merupakan kebijakan untuk menjaga kenyamanan penumpang. Kapasitas bus yang seharusnya mencapai 54 orang sengaja tidak diisi penuh.
“Kami batasi jumlah penumpang agar lebih nyaman, apalagi banyak keluarga yang membawa anak kecil,” katanya.
Dengan pelaksanaan program ini, Pemkot Malang berharap dapat memberikan alternatif mudik yang aman sekaligus membantu menekan kepadatan lalu lintas saat puncak arus Lebaran. Program ini juga diharapkan terus berkembang dari sisi jumlah peserta maupun perluasan rute di tahun mendatang. (Mad)
Editor : Redaksi





