tvOnenews.com - Meski telah meninggalkan V-League bersama Red Sparks sejak setahun lalu, nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi perbincangan di Korea Selatan.
Tak meredup, penampilan impresif Megawati bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Ia berhasil menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pevoli putri terbaik Indonesia dengan membawa timnya melaju ke babak final four.
Performa gemilang tersebut rupanya masih dipantau publik Korea Selatan, tempat Megawati pernah berkarier dan mendapat julukan “Megatron”.
- instagram JPEVolley
Sorotan terhadap Megawati juga berkaitan dengan kondisi Red Sparks yang tengah mengalami penurunan performa di V-League. Pemain pengganti Megawati, Elisa Zanette, belum mampu memberikan dampak signifikan bagi tim.
Red Sparks bahkan melakukan perubahan komposisi pemain kuota Asia dengan melepas Wipawee Srithong dan merekrut rookie asal Mongolia, Jamiyanpurep Enkhsoyol. Namun, langkah tersebut belum berhasil mengangkat posisi tim di klasemen.
Situasi ini membuat media Korea Selatan sempat membicarakan kemungkinan Megawati comeback ke V-League.
“Ko Hee-jin bekerja keras untuk merekrut pemain tim nasional Indonesia Megawati Pertiwi, yang dianggap sebagai pemain kuota Asia terbaik untuk musim 2024-2025,” tulis Yonhap.
Setelah sempat mereda, perhatian terhadap Megawati kembali meningkat. Media Sports Khan menyoroti peluang pertemuan antara Megawati dan tim Korea Selatan di ajang AVC Cup mendatang.
“Akankah Mega menghadapi Korea musim panas ini? 12 negara, termasuk Indonesia, telah mengkonfirmasi partisipasi mereka di AVC Cup bulan Juni,” tulis Sports Khan.
Antusiasme ini tak hanya soal peluang kembalinya Megawati ke V-League, tetapi juga kemungkinan duel langsung antara Megawati dan tim nasional Korea Selatan.
“Jika Indonesia dan Korea berada di grup yang sama, kita mungkin akan melihat pertandingan antara Mega, yang tampil luar biasa dalam dua musim terakhir, dan tim nasional Korea,” lanjut media tersebut.
Pertemuan ini semakin menarik karena tim nasional voli putri Korea Selatan kini ditangani Cha Sang-hyun, mantan pelatih GS Caltex, yang akan bekerja sama dengan Lee Sook-ja, eks asisten pelatih Red Sparks.




