Seekor burung tertua di alam liar bernama Wisdom kini memiliki cucu. Penampakan cucu Wisdom dibagikan oleh US Fish and Wildlife Service (FWS) pada awal Maret 2026.
Wisdom merupakan spesies burung albatros Laysan. Video terbaru yang dibagikan oleh US FWS memperlihatkan anak albatros Laysan yang baru menetas pada awal Maret 2026 lalu. Anak burung ini merupakan keturunan dari pejantan berkode N333, seekor albatros yang menetas dari telur yang dierami Wisdom (juga dikenal sebagai Z333) pada 2011.
Bagi N333, ini bukan pengalaman pertama menjadi induk. Ia tercatat telah berpartisipasi dalam musim kawin albatros setiap tahun sejak 2021. Sama seperti saat dirinya menetas dulu, anak albatros terbaru ini lahir di Midway Atoll National Wildlife Refuge, kawasan konservasi yang menjadi rumah bagi ratusan ribu anak albatros Laysan dan albatros kaki hitam yang sedang tumbuh di sana.
FWS menjelaskan, seiring bertambah kuat, anak-anak albatros akan mulai menghabiskan lebih banyak waktu sendiri dan menjelajah lebih jauh dari sarang sebelum akhirnya siap terbang pada musim panas.
“Setelah mampu terbang, albatros muda akan menghabiskan tiga hingga lima tahun di laut sebelum kembali ke koloni asal untuk mencari pasangan,” kata FWS.
Di antara jutaan albatros yang pernah berkembang biak di kawasan tersebut, Wisdom tetap menjadi yang paling dikenal. Ia secara resmi menyandang gelar sebagai burung liar tertua di dunia, dengan usia yang diperkirakan mencapai setidaknya 74 tahun pada 2025.
Wisdom bukan hanya istimewa karena usianya, tetapi juga karena kontribusinya dalam membantu ilmuwan memahami umur panjang dan pola reproduksi burung laut.
Selama hidupnya yang panjang, Wisdom diketahui sangat produktif. Ia diperkirakan telah menghasilkan sekitar 50 hingga 60 telur, dan N333 merupakan salah satu anak yang berhasil tumbuh hingga mampu terbang.
Sebagian besar telur tersebut dihasilkan dari hubungannya dengan pasangan lamanya, Akeakamai, yang diyakini menjadi pasangannya selama sekitar 60 tahun sebelum menghilang pada 2021 dan diduga telah mati. Meski begitu, Wisdom tetap kembali ke atol setiap tahunnya.
Bahkan pada 2024, ia kembali terlihat melakukan tarian kawin, dan di usia sekitar 74 tahun, Wisdom kembali bertelur, sebuah pencapaian yang luar biasa.
Dengan usia dan jumlah keturunan yang dimilikinya, besar kemungkinan anak albatros terbaru ini bukanlah cucu pertamanya. Meski begitu, kehadiran anak burung yang menggemaskan ini tetap menjadi kabar menggembirakan, terutama bagi para pecinta satwa liar.
Dua spesies albatros yang berkembang biak di Midway Atoll National Wildlife Refuge, yakni albatros Laysan dan albatros kaki hitam, saat ini berstatus hampir terancam menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Meski populasi albatros Laysan relatif stabil dan albatros kaki hitam menunjukkan tren peningkatan, keduanya masih menghadapi berbagai ancaman seperti tertangkap secara tidak sengaja oleh perikanan komersial, perubahan iklim, serta polusi.
Karena itu, kelahiran anak albatros baru di tengah berbagai ancaman tersebut menjadi kabar baik bagi upaya konservasi. Bukan tidak mungkin, jika perlindungan terus berlanjut, anak albatros ini suatu hari bisa hidup sepanjang atau bahkan mendekati usia sang nenek legendaris.





