Bisnis.com, PEKANBARU — Di tengah kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama musim mudik lebaran 2026 yang menimbulkan antrean panjang, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menggandeng pemerintah daerah guna mengurai kepadatan di SPBU.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi mengatakan pihaknya telah meminta keterlibatan aktif pemerintah daerah untuk membantu pengaturan antrean kendaraan.
"Antrean kami akan minta bantu pemda untuk ikut hadir dalam menata antrean panjang. SPBU kami minta ada satu orang petugas khusus yang mengatur kendaraan," ujar Sunardi, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah daerah guna mencari solusi menyeluruh atas persoalan antrean yang terjadi di sejumlah titik.
Di tengah kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), Pertamina memastikan stok dalam kondisi aman untuk periode 16 Maret hingga 23 April 2026. Pasokan didukung jadwal kedatangan kapal tanker yang teratur serta kesiapan armada mobil tangki dan awak distribusi.
Namun demikian, Sunardi mengakui adanya lonjakan permintaan yang sempat terjadi. Konsumsi BBM tercatat meningkat sekitar 20% dibandingkan kondisi normal, sehingga perusahaan perlu memobilisasi tambahan armada mobil tangki untuk menjaga kelancaran distribusi.
Baca Juga
- Ekonomi Lebaran 2026, Kemenpar Andalkan Wisatawan Nusantara
- Idulfitri 2026, PLN Optimistis Beban Puncak di NTB Aman
- Pejabat Senior Keamanan AS Umumkan Mundur, Kritik Perang dengan Iran
"Waktu ada kenaikan permintaan 20% sehingga perlu mobilisasi mobil tangki. Jadi kami upayakan jangan sampai pasokan putus, intinya itu. Kami pastikan stok aman," ujarnya.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan BBM dijamin cukup hingga setelah Lebaran. Pengisian bahan bakar secara bijak dan bertahap dinilai dapat membantu mengurangi antrean di SPBU serta memastikan distribusi tetap lancar selama periode mudik





