EtIndonesia. Sebuah truk pengangkut yang membawa lebih dari sepuluh mobil terbakar di ruas Jalan Tol Daguang, wilayah Suning, Hebei, Tiongkok pada 16 Maret 2026. Lokasi kejadian berubah menjadi lautan api dengan asap hitam tebal membumbung, dan pada akhirnya kendaraan-kendaraan tersebut hangus hingga hanya tersisa kerangka dengan pemandangan yang sangat mengerikan.
Sejumlah warganet mengunggah video yang menunjukkan kebakaran kendaraan di ruas tol tersebut, yang menyebabkan kemacetan dan lalu lintas berjalan lambat. Dalam video terlihat truk tersebut membawa mobil di dua tingkat, dan api berkobar hebat melalap semua kendaraan, dengan asap hitam menjulang tinggi. Baik truk maupun mobil-mobil kecil terbakar habis, hanya menyisakan rangka.
Media daratan Tiongkok melaporkan pada 16 Maret sekitar pukul 15.00, petugas dari unit polisi lalu lintas tol Hebei wilayah Hejian menyatakan bahwa proses penanganan di lokasi masih berlangsung. Kendaraan disarankan keluar melalui pintu keluar Suning atau Qugang. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Situs layanan informasi perjalanan jalan tol Hebei juga menunjukkan bahwa akibat kecelakaan di dekat area layanan Suning, beberapa gerbang tol di sepanjang jalur tersebut ditutup untuk lalu lintas.
Seorang warganet menulis pada 16 Maret pukul 10:33 pagi, saat melintas di ruas Suning, ia bersama anaknya kebetulan melewati lokasi kejadian.
“Anak saya sedang mengemudi dan mencoba segera melewati kendaraan yang terbakar, tiba-tiba terdengar ledakan disertai bola api yang menyebar. Sisi kanan mobil kami terasa panas, kami pun berteriak ketakutan!”
Beberapa komentar warganet lainnya:
“Ini terlalu mengerikan.”
“Sekilas saya kira ini adegan perang AS-Iran.”
“Asapnya bahkan lebih besar dari ledakan nuklir.”
“Tingkat polusinya setara dengan total kembang api satu kota tingkat prefektur.”
Ada juga yang berspekulasi:
“Kendaraan energi baru yang sedang diangkut terbakar sendiri!”
“Ada mobil listrik di bagian bawah!”
“Ada mobil listrik, mobil bensin, bahkan mobil bekas.”
Sebagian warganet mempertanyakan kepatuhan kendaraan pengangkut:
“Sejak 1 Juli 2018, truk pengangkut mobil bertingkat ganda dilarang masuk tol, bagaimana kendaraan ini bisa masuk?”
“Yang membawa lebih dari delapan mobil itu tidak sesuai aturan.”
“Jenis truk seperti ini biasanya dirakit di bengkel area layanan. Jika terjadi kecelakaan, asuransi bisa menolak klaim karena dianggap modifikasi ilegal.”
Ada juga komentar yang mengkritik industri kendaraan energi baru, menyebut bahwa produsen dapat membatasi fungsi kendaraan secara sepihak dan mengakses data pengguna. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





