H-4 Lebaran & Hari Raya Nyepi, Gilimanuk Padat, Menhub Siapkan Ini

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bergerak cepat merespons kepadatan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali yang memasuki H-4 Lebaran dan Hari Raya Nyepi.

Menhub Dudy membeberkan sejumlah skema jitu untuk mengurai kemacetan di pintu keluar-masuk Pulau Dewata tersebut. Salah satu fokus utamanya adalah memisahkan jenis kendaraan.

BACA JUGA: Heboh Kabar Penerbangan Internasional Ditutup, Menhub Dudy: Itu Tidak Benar

"Terkait dengan Gilimanuk, beberapa langkah sudah kami lakukan. Di antaranya memisahkan kendaraan besar ke buffer zone," kata Menhub Dudy di Command Center Korlantas Polri KM 29, Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/3) malam.

Menurut Dudy, pihaknya kini memprioritaskan kendaraan kecil dan bus untuk mendahului penyeberangan agar arus lalu lintas lebih mengalir.

BACA JUGA: Info Terbaru Istana soal Rekrutmen ASN 2026

Selain pemisahan kendaraan, Kemenhub juga mengerahkan kapal-kapal berkapasitas besar untuk mempercepat proses penyeberangan.

"Kami menambah kapal-kapal besar untuk mempercepat penyeberangan dan memperbesar volume kendaraan yang bisa diangkut," lanjutnya.

BACA JUGA: THR PPPK Paruh Waktu Rp500 Ribu, Semoga Menambah Kebahagiaan

Tidak hanya itu, pola operasional kapal juga diubah menjadi TBB atau Tiba Bongkar Berangkat. Artinya, kapal hanya menurunkan penumpang dan kendaraan, lalu segera kembali ke Gilimanuk tanpa menunggu lama.

"Harapannya dengan beberapa kebijakan tersebut bisa mengurai kepadatan yang terjadi di Gilimanuk," tegas Dudy.

Di sisi lain, Dudy memberikan peringatan keras kepada para pengusaha angkutan barang. Dia menyoroti keberadaan truk sumbu 3 ke atas yang disinyalir menjadi penyebab kepadatan.

Dudy meminta para pengusaha mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait pembatasan operasional angkutan barang selama masa mudik.

"Saya ingin menghimbau kepada para pengusaha maupun perusahaan yang mengoperasikan truk sumbu 3 ke atas, agar menghentikan pengoperasiannya untuk sementara waktu sesuai pembatasan," serunya.

Dudy berharap para pengusaha tidak nakal dan mengindahkan aturan demi keselamatan bersama. 

Menurutnya, kepatuhan terhadap SKB ini terbukti efektif menekan angka kecelakaan.

"Dengan terjadinya pengurangan (truk) itu menunjukkan efektivitas pemberlakuan SKB. Kita harapkan penurunan fatalitas maupun tingkat kecelakaan bisa semakin tinggi," pungkas Dudy.(mcr8/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rencana Buyback Rp1 Triliun Disorot Bursa, Ini Tanggapan Mitra Keluarga (MIKA)
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Polri Mulai One Way Nasional Siang Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapolri: H-3 Lebaran, 1,2 Juta Kendaraan Sudah Keluar Jakarta Via Tol
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bosscha ITB Umumkan Posisi Hilal 19 Maret, Penentu Awal 1 Syawal 1447 H
• 4 jam laludisway.id
thumb
Rano Karno Ajak Warga “Jaga Jakarta” Menjelang Idul Fitri 1447 H/2026
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.