28.170 Jemaah Umrah Sudah Dipulangkan ke Indonesia Pascakonflik Timur Tengah

rctiplus.com
12 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah mencatat jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 28.170 orang. Jumlah tersebut pada periode 28 Februari hingga 16 Maret 2026.

“Secara kumulatif sejak 28 Februari hingga 16 Maret, tercatat sebanyak 28.170 jemaah umrah Indonesia telah dipantau dalam proses kepulangan ke Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah,” ujar Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah Muhammad Ilham Effendy dalam keterangannya dikutip, Rabu (18/3/2026).

Ilham berkata, pihaknya terus memperketat pengawasan dan pendampingan terhadap jemaah umrah Indonesia yang terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah. Bahkan, kata dia, lebih 2.248 jemaah telah kembali ke Indonesia dalam dua hari pemantauan yakni, 15-16 Maret 2026.

Baca juga: Buntut Perang Iran vs AS - Israel, Puluhan SPBU di Australia Kehabisan BBM

"Dalam pemantauan intensif selama dua hari terakhir, tercatat 2.248 jemaah umrah telah difasilitasi proses kepulangannya melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah," ucap Ilham.

Berdasarkan data lapangan dari Satgas Bandara pada 15 Maret 2026, sebanyak 541 jemaah telah dipulangkan ke Tanah Air. Angka ini meningkat signifikan pada 16 Maret 2026, dimana tercatat 1.707 jemaah juga kembali ke Tanah Air. Adapun maskapai yang digunakan antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Saudia Airlines, Turkish Airlines, Emirates dan Qatar Airways.

"Kami melakukan monitoring secara intensif di seluruh area layanan jemaah umrah untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Fokus kami tidak hanya pada aspek transportasi, tetapi juga merespons cepat setiap kendala yang dihadapi jemaah di lapangan, termasuk masalah akomodasi dan pelindungan jemaah pasca insiden tertentu," kata Ilham.

Ilham mengimbau kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk tetap profesional dan bertanggung jawab penuh terhadap hak-hak jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke daerah asal masing-masing.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh jemaah untuk tetap tenang dan segera melaporkan kendala melalui saluran resmi jika menemukan permasalahan pelayanan di Tanah Suci," pungkas Ilham.

Original Article


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Malam Takbiran 2026? Ini Perkiraan Berdasarkan Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Buka-bukaan, Denada Menangis Akui Kesalahanya pada Ressa Rossano
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pejabat Senior Keamanan AS Umumkan Mundur, Kritik Perang dengan Iran
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Trump Kritik NATO karena Tak Bantu Membuka Kembali Selat Hormuz
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
PDIP Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Disidangkan di Peradilan Umum
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.