Lebih dari 200 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran di Tujuh Negara

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Washington: Lebih dari 200 personel militer Amerika Serikat (AS) mengalami luka-luka di tujuh negara di Timur Tengah sejak dimulainya perang antara AS dan Israel melawan Iran.

Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengatakan pada Senin, 16 Maret 2026 bahwa sebagian besar dari korban mengalami luka ringan.

“Sebagian besar dari luka tersebut bersifat ringan, dan lebih dari 180 personel telah kembali bertugas,” ujarnya, dikutip dari TRT World, Rabu 18 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa “10 orang dikategorikan mengalami luka serius.”

Baca Juga :

Menlu Rusia Sebut Palestina Sengaja Dilupakan di Tengah Eskalasi AS-Israel vs Iran
Menurut Hawkins, insiden yang menyebabkan luka-luka tersebut terjadi di Bahrain, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Ia juga menyebut jumlah personel yang terluka kini telah melampaui 200 orang, sekaligus menjadi rincian paling lengkap sejauh ini mengenai dampak konflik terhadap militer Amerika Serikat.

Sebelumnya, Pentagon melaporkan sekitar 140 tentara mengalami luka hingga 10 Maret. Hawkins menjelaskan bahwa jumlah korban luka serius meningkat menjadi 10 orang setelah dua personel yang terluka pada awal konflik diklasifikasikan ulang sebagai cedera berat. Dampak Konflik di Timur Tengah Perang antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari, dengan serangan militer yang memicu eskalasi di seluruh kawasan.

Sebagai respons, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan negara-negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan atau kehadiran militer Amerika Serikat.

Serangan tersebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah korban luka di kalangan personel militer AS di berbagai lokasi.

Pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, serangan mereka difokuskan pada peluncur rudal serta fasilitas penyimpanan drone milik Iran, guna mengurangi kemampuan Teheran untuk melakukan serangan balasan.

Selain korban luka, konflik ini juga menimbulkan korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat. Hingga kini, tercatat 13 tentara tewas, termasuk tujuh orang akibat serangan langsung.

Enam lainnya meninggal di Irak setelah pesawat pengisian bahan bakar KC-135 mengalami kecelakaan yang disebut melibatkan pesawat lain.

Salah satu serangan paling mematikan terjadi pada 28 Februari di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, ketika sebuah drone menghantam pusat operasi taktis dan menewaskan enam tentara Amerika Serikat.

Seorang tentara lainnya kemudian meninggal akibat luka yang diderita dalam serangan di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Pedagang Martabak Jadi Tradisi Halal Bihalal
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
PLTA Saguling Bantu Amankan Pasokan Listrik Jawa-Bali Saat Lebaran
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polisi Sebut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Lebih dari 4 Orang
• 46 menit laluliputan6.com
thumb
Iran Mulai Kampanye Seruan ‘Katakan Tidak pada Perang’, Turut Digelar di Jakarta
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Yogyakarta, Madura, hingga Padang Jadi Tujuan Favorit Penumpang di Terminal Pulo Gebang
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.