Indonesia Uji Model Data Karbon Global, Pemerintah Targetkan Pasar Karbon Transparan dan Berintegritas Tinggi

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan menandatangani nota kesepahaman dengan Climate Data Steering Committee (CDSC) untuk menguji Common Carbon Credit Data Model dalam sistem nasional guna memperkuat transparansi pasar karbon.

Kerja sama ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menguji model data karbon global tersebut dalam sistem domestik.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Nani Hendiarti menegaskan, "Indonesia berkomitmen membangun pasar karbon berintegritas tinggi yang mendukung target iklim nasional."

Ia juga menambahkan, "Dengan menguji coba model data global ini, kita memastikan kepemimpinan Indonesia dalam aksi iklim, melindungi sumber daya alam, sekaligus membuka peluang pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat."

Integrasi Sistem dan Standarisasi Data

Model Common Carbon Credit Data akan diintegrasikan ke dalam Sistem Registri Unit Karbon sesuai Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon.

Integrasi ini bertujuan menyelaraskan pasar karbon domestik dengan praktik terbaik internasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Model tersebut dirancang untuk mengatasi kurangnya standardisasi data yang selama ini menghambat transparansi dan akuntabilitas pasar karbon.

Kerangka data seragam dalam model ini juga mencegah penghitungan ganda atau double counting serta memudahkan proses uji tuntas bagi pelaku pasar.

Dukungan Global dan Komitmen Iklim

Ketua CDSC Mary Schapiro menilai langkah Indonesia sebagai tonggak penting dalam penyediaan data iklim berkualitas tinggi sebagai barang publik global.

Ia menyebut implementasi model ini menunjukkan standar global dapat diterapkan secara efektif dalam konteks nasional.

Uji coba ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang disepakati dalam COP30 di Sao Paulo, Brasil, untuk memperkuat integritas pasar karbon global.

Lebih dari 35 yurisdiksi dan pelaku sektor swasta telah menyatakan minat mengadopsi pendekatan serupa.

Pemerintah optimistis kemitraan ini akan menghasilkan pasar karbon yang lebih efisien, transparan, dan menjadi pilar utama dalam pencapaian target penurunan emisi nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tinjau Pelayanan RSUD Yowari, Wamendagri Tekankan Perbaikan Layanan dan Manajemen
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Sakit Bukan Sekadar Ujian, Ini Makna dan Keberkahannya Menurut Buya Yahya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Derby Romero Sempat Alami Heat Stroke saat Syuting Film Ikatan Darah
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Fitri Salhuteru Sindir Nikita Mirzani: Kirim Surat ke Presiden Bukan Hal Baru
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Lawan Rasa Bosan: Yelp Ungkap Tren Aktivitas Anak Paling Populer Tahun 2026
• 4 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.