TNI Beber Alasan Lakukan Penyelidikan Internal Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Tangkapan layar CCTV aktivis KontraS Andrie Yunus usai diduga disiram air keras oleh orang tidak dikenal di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengungkapkan alasan pihaknya melakukan penyelidikan internal dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (Sumber: Tangkap layar YouTube KompasTV.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengungkapkan alasan pihaknya membuka penyelidikan internal dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Ia menyebut, penyelidikan untuk merespons opini yang berkembang di tengah masyarakat ihwal dugaan keterlibatan anggota TNI dalam perkara itu.

"Dengan adanya penyelidikan internal nanti yang kita lakukan, itu akan kita lihat nanti bagaimana hasilnya terkait dengan opini yang berkembang di masyarakat itu," ujarnya, Selasa (17/3/2026).

"Jadi kita (melakukan penyelidikan) karena merspons tadi yang berkembang di masyarakat itu."

Baca Juga: TNI Pastikan Penyelidikan Internal soal Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Transparan

Ia kemudian menjamin proses penyelidikan internal tersebut akan dilakukan secara transparan dan profesional.

"Artinya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada di lingkungan TNI," ucapnya.

Ia juga menuturkan, keterbukaan penyelidikan dilakukan dengan mengundang wartawan untuk menyampaikan hasil penyelidikan.

"Dan ini akan kami sekali lagi sampaikan secara transparan, dan kami akan undang kembali wartawan seperti ini," ujarnya dilansir dari video KompasTV.

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal, di wilayah Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Tni
  • Anggota tni
  • Penyelidikan internal
  • Penyiraman air keras
  • Aktivis kontras
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Kapal Gamsunoro: Dulu Lolos dari Houthi, Kini Tertahan di Selat Hormuz
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Gus Alex Langsung Diborgol! Eks Stafsus Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK
• 22 jam laludetik.com
thumb
Industri Ban Waswas Pasokan Bahan Baku Terganggu
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Seskab Teddy: Kereta Api Kerakyatan Harga Tiketnya Turun, Kualitasnya Meningkat
• 31 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Buka Opsi Impor Minyak dari Semua Negara, Termasuk Rusia
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.