Cerita Pemudik Tempuh 156 Km Biar Tak Macet ke Pelabuhan Gilimanuk, tapi Gagal

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Antrean panjang kendaraan kembali mengular sekitar 20 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (18/3) sejak pukul 07.00 WITA atau H-1 Nyepi yang jatuh pada Kamis (19/3).

Salah satu pemudik bernama Sumito (laki-laki, 55 tahun) menceritakan pengalaman menghindari kemacetan itu namun tetap saja gagal. Sumito mengaku merasa sangat lelah selama perjalanan mudik Lebaran tahun 2026 kali ini.

"Capek," katanya dengan mata merah dan wajah lemas akibat kelelahan saat antre naik kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (18/3).

Sumito memutuskan mengambil rute Denpasar-Singaraja-Gilimanuk atau sekitar 165 kilometer untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas rute Denpasar-Tabanan-Gilimanuk, yang dia prediksi lebih padat.

Sumito biasanya bisa menempuh Denpasar- Tabanan-Gilimanuk sekitar 125 kilometer atau 4 jam, kini lebih dari 6 jam karena melalui Denpasar-Singaraja-Gilimanuk.

"Untung gak ada macet (sepanjang Denpasar-singaraja) cuma mutar dari Singaraja jadi dua kali lipat perjalanannya," katanya.

Walau tak ada kemacetan di sepanjang jalur Denpasar-Singaraja, Sumito bersama keluarga terjebak macet saat tiba di Hutan Cekik, Kabupaten Jembrana. Sumito terjebak antrean masuk ke Pelabuhan Gilimanuk sekitar 9 jam.

"Macetnya di pertigaan Cekik, pukul 22.00 WITA malam tapi baru sampai sini (pintu masuk Pelabuhan) pukul 07.00 WITA, ini ngantre 7-9 jam," katanya.

Menurutnya, perjalanan kali ini sangat menjadi beban. Beberapa kali pulang lebaran ke Banyuwangi, antrean panjang cuma terjadi tahun 2022 lalu pascapandemi COVID-19. Lebaran setelah tahun 2022 lancar dan tak pernah ada antrean kendaraan berkepanjangan.

Kali ini, uang pengeluaran membesar dua kali lipat. Biaya bensin yang seharusnya Rp 200 ribu dalam satu kali perjalanan menjadi Rp 400 ribu. Hal ini belum termasuk uang logistik untuk dua anak dan istrinya dalam perjalanan.

Sementara itu, keluarga yang sudah hampir 30 tahun di Kota Denpasar ini, merasa tak mampu apabila mudik lewat bandara demi menghindari macet.

"Naik pesawat mahal, enggak ada biaya," katanya singkat.

Sumito berharap pemerintah tak hanya menambah armada kapal saat periode mudik lebaran. Menurutnya, pemeriksaan harus menambah dermaga untuk kapal bersandar. Sumito memperkirakan butuh sekitar 3 jam lagi untuk antre naik kapal ke Pelabuhan Ketapang.

"Masalah kalau armada ditambah dan kapal tapi sandarannya ga ditambah kan sama aja bohong gitu. Kita sudah di pelabuhan bisa nunggu 2-3 jam lagi baru naik kapal," katanya.

Pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan tampak antre masuk ke pelabuhan dari buffer zone. Kendaraan tampak padat di gang-gang rumah warga yang dijadikan sebagai area pemecah antrean.

Sementara itu, pihak PT ASDP Indonesia Ferry belum memberikan komentar terkait antrean kendaraan dan jumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang di Jawa Timur.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai antrean kendaraan. Beberapa langkah mengurai kemacetan adalah menyiapkan dan mengoperasikan kapal sekitar 35 unit, mengoptimalkan buffer zone dan memberlakukan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB).

"Harapannya dengan langkah-langkah tersebut, maka kepadatan tersebut bisa kita urai kembali ya, bisa kemudian berjalan dengan normal," katanya katanya di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejati Jabar Tangkap Jaksa Gadungan di Bogor, Ngaku Dirdik Jampidsus Kejagung
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
TNI: Penyelidikan Dugaan Keterlibatan Prajurit di Kasus Andrie Yunus Bakal Dilakukan Secara Transparan
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Kementerian PU Pastikan Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik Beroperasi 24 Jam
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Pengacara: Inara Akui Video CCTV dengan Insanul, tapi Bantah Adanya Perzinaan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kantor PSSI Malaysia Digeruduk Suporter Usai AFC Sanksi WO di Kualifikasi Piala Asia 2027
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.