Bapanas Klaim Stok Daging Melimpah Tiga Kali Lipat Jelang Lebaran 2026

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bapanas mengklaim ketersediaan daging nasional dalam kondisi aman, baik yang bersumber dari produksi dalam negeri maupun importasi.

Bapanas Klaim Stok Daging Melimpah Tiga Kali Lipat Jelang Lebaran 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim ketersediaan daging nasional dalam kondisi aman, baik yang bersumber dari produksi dalam negeri maupun importasi. Sebab, stok saat ini cenderung melimpah.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan, stok secara nasional mencukupi untuk kebutuhan konsumsi hingga Idulfitri dan sesudahnya.

Baca Juga:
Harga Daging Sapi di Sejumlah Pasar Lampaui HET Jelang Lebaran, Ini Kata Mendag

Bahkan, dirinya memproyeksikan ketersediaan daging ruminansia secara nasional sampai Maret ini dapat mencapai 226 ribu ton, melebihi sampai tiga kali lipat dari kebutuhan konsumsi Maret.

"Secara nasional, sebagaimana saya sampaikan tadi dan sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman, stok kita sangat sangat sangat aman. Tiga kali sangat aman," ujar dia dalam keterangan resminya, Rabu (18/3/2026).

Baca Juga:
Harga Daging Ayam dan Telur Berangsur Turun

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per Maret, diestimasikan total ketersediaan daging ruminansia untuk Maret ini dapat mencapai 226 ribu ton. Pasokan ketersediaan tersebut berasal dari produksi sapi/kerbau lokal 143,8 ekor atau setara dengan 28,2 ribu ton.

Baca Juga:
Bapanas dan Kementan Tegur Distributor yang Naikkan Daging Sapi Jadi Rp110 Ribu per Kg

Selebihnya pasokan berasal dari hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan dan realisasi impor yang total keduanya dapat mencapai 29,2 ribu ton serta stok awal Maret yang 168,6 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional di Maret diperkirakan berkisar di 65,8 ribu ton.

"Jadi stok daging relatif sangat cukup, karena kita kan importasinya 700 ribu live cattle (sapi hidup). Dominan dari Australia. Dari Brasil belum banyak yang datang. Kemudian stok daging lokal juga banyak, dari NTB, dari NTT. Kemudian ada penggemukan juga," kata Ketut.

Berdasarkan hasil pantauan pemerintah, kata dia, tren harga daging sapi mulai menunjukkan penurunan dan rerata harta yang tetap. Pemerintah berkomitmen terus menjaga kewajaran harga mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH) sampai tingkat pengecer.

"Stok kita aman. Kemudian kita pantau harga daging secara nasional, kecenderungannya flat dan turun. Jadi sebenarnya setelah memastikan stoknya sangat cukup, harga daging sapi juga akan terus dijaga," kata Ketut.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejak Kecil Menganyam Ketupat, Rosida Kini Berjuang di Tengah Sepinya Pembeli
• 7 jam lalukompas.com
thumb
BI Catat Penukaran Uang Lebaran Sudah 91 Persen, Sebut Ekonomi Masih Kuat
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Minyak Melonjak 3 Persen Dipicu Serangan Iran ke UEA
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Intip Barisan Saham Incaran Asing jelang Lebaran
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Jaga kesehatan selama perjalanan mudik dengan cara ini
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.