JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menggelar kegiatan Eid Mubarak Jakarta dan Bedug Kolosal dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kegiatan Eid Mubarak Jakarta dan Bedug Kolosal bakal diselenggarakan di kawasan Monas-Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Kamis, 19 Maret 2026.
Kegiatan Eid Mubarok bakal dimulai pukul 15.30 WIB sampai dengan selesai, sementara Bedug Kolosal digelar setelahnya pukul 20.00 WIB.
BACA JUGA:Aturan Ganjil Genap Jakarta Libur Nyepi 2026 Ditiadakan, Pengendara Bebas Melintas, ETLE Tetap Berlaku
BACA JUGA:Pramono Dukung Rencana WFH ASN untuk Hemat BBM Imbas Perang AS-Israel Vs Iran
Untuk menunjang kegiatan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bakal melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di ruas jalan sekitar Monas-Bundaran HI.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Stafrin Liputo mengatakan, kegiatan Eid Mubarok akan menggunakan ruas Jalan M Mashabi sisi utara sebagai lokasi acara mulai dari Jalan M Mashabi segmen Pintu Keluar- Masuk sisi Timur Plaza Indonesia sampai dengan Jalan M.H Thamrin.
"Untuk menunjang kegiatan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas bersifat situasional," kata Syafrin dalam keterangannya pada Rabu, 18 Maret 2026.
Lalu lintas dari Barat (Plaza Indonesia) menuju Utara (Sarinah) dapat melalui Jalan M. Mashabi-Jalan Teluk Betung-Jalan M.H Thamrin-Jalan Wahid Hasyim (Sarinah).
Syafrin menekankan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kegiatan Eid Mubarak Jakarta (Rhythm of The Fountain) dilarang memarkirkan kendaraanya di badan jalan.
BACA JUGA:Pawai Bedug Hingga Opick, Bupati Bogor Hadirkan Open House Bersama Forkopimda di Lebaran Tahun Ini
BACA JUGA:Asik! Transjakarta Terapkan Tarif Rp1 pada Hari H Lebaran 2026
Sedangkan dalam rangkaian kegiatan Jakarta Bedug Kolosal akan diadakan Pawai Obor dengan rute melalui Pintu Barat Daya Silang Monas (titik start)-Bundaran Bank Indonesia- Jalan M.H Thamrin dan finish di Bundaran HI.
"Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 H, akan dilakukan rekayasa lalu lintas bersifat situasional," kata Syafrin.
Bagi masyarakat dapat menggunakan rute alternatif pada saat dilakukan pengalihan arus lalu lintas selama acara.
- 1
- 2
- »





