Kemenkes: Buat batasan agar tetap sehat mental saat kumpul keluarga

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pada momen mudik dan Lebaran, Kementerian Kesehatan menyoroti pentingnya menetapkan batasan saat berkumpul bersama keluarga guna memaksimalkan manfaat momen kebersamaan tanpa terjebak stres agar kesehatan mental tetap terjaga.

"Mudik bukan sekadar perpindahan fisik, ini adalah transisi sosial dan emosional yang intensif dan pengalaman yang kaya secara emosional dan budaya yang memiliki dampak besar pada kesehatan jiwa individu. Mudik idealnya memperkaya, bukan menguras," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Ahli bagikan kebiasaan baik untuk meningkatkan kesehatan mental

Imran mengatakan sebelum berangkat perlu menata harapan dan menetapkan batasan, seperti menentukan durasi kunjungan yang realistis, memberi tahu keluarga bila membutuhkan istirahat, dan menyiapkan aktivitas bersama yang menyenangkan membuat reuni lebih bermakna.

Di jalan, katanya, rencana yang fleksibel dapat mengurangi tekanan ketika macet atau terjadi keterlambatan. Selain itu, teknik pernapasan singkat atau latihan grounding menjadi alat cepat untuk menenangkan diri saat kecemasan naik.

"Perhatian khusus pada anak juga penting. Menetapkan aturan layar sebelum berangkat, menyiapkan aktivitas offline, dan mengunduh konten edukatif untuk perjalanan membuat suasana lebih tenang dan interaksi keluarga lebih berkualitas," katanya.

Menurutnya, memberi anak pilihan kecil tentang kapan boleh memakai gadget membantu mereka merasa dihargai tanpa mengorbankan kontrol orang tua.

Mudik, katanya, selalu membawa campuran perasaan, seperti rindu yang hangat, harapan untuk kebersamaan, sekaligus kecemasan tentang perjalanan dan dinamika keluarga yang mungkin menegangkan. Perjalanan panjang dan antrean lalu lintas bukan hanya soal fisik, melainkan menguras emosi dan kesabaran.

"Begitu tiba di kampung halaman, reuni yang seharusnya menyenangkan kadang membuka kembali luka lama atau menimbulkan tekanan karena ekspektasi keluarga," katanya.

Harapan keluarga yang terlalu tinggi sering menjadi sumber stres tersendiri, namun komunikasi yang jujur dan hangat, dengan bahasa yang tegas dan penuh empati, dapat mengubah tekanan menjadi kesempatan mempererat hubungan.

Setelah kunjungan, katanya, perlu meluangkan waktu untuk pulih, seperti dengan tidur cukup, jalan santai atau berbicara singkat dengan teman dapat membantu menata kembali emosi.

Dibalik berbagai tantangannya, katanya, mudik juga menyimpan banyak manfaat nyata bagi kesehatan jiwa. Berkumpul kembali dengan keluarga dan sahabat memberi kesempatan untuk merasakan dukungan sosial yang mendalam, pelukan, tawa bersama, dan percakapan hangat sering kali menurunkan tingkat stres dan meningkatkan suasana hati.

Perubahan suasana dan jeda dari rutinitas kerja memberi ruang untuk istirahat mental. Tidur lebih nyenyak, makan bersama, dan aktivitas sederhana seperti berjalan di kampung atau membantu orang tua dapat memperbaiki ritme hidup dan menurunkan ketegangan.

Baca juga: Psikolog sebut sehat mental bukan berarti selalu bahagia

Baca juga: 10 makanan yang dapat meningkatkan mood Anda

Selain itu, mudik memperkuat ikatan antar-generasi. Interaksi dengan orang tua, kakek nenek, dan kerabat membuka peluang untuk berbagi cerita, nilai, dan dukungan emosional yang memperkaya rasa memiliki. Peran saling merawat membangun makna dan tujuan yang berdampak positif pada kesejahteraan psikologis.

Ritual bersama, seperti saling bermaafan, memasak hidangan khas atau menghadiri acara keagamaan memberi rasa keterhubungan komunitas yang menumbuhkan ketahanan emosional. Bahkan, momen sederhana seperti tertawa bersama di meja makan atau bernostalgia tentang masa lalu dapat memperkuat mood dan memberi energi baru.

"Dengan persiapan praktis, komunikasi yang jelas dan strategi sederhana untuk mengelola emosi, tradisi pulang kampung bisa menjadi momen yang memperkuat ikatan, menumbuhkan rasa kebersamaan dan menyegarkan jiwa tanpa mengorbankan kesehatan mental," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menpora Jamin Penyaluran Bonus Atlet Transparan dan Tepat Sasaran
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
CAF Putuskan Maroko Juara Piala Afrika, Senegal Ajukan Banding ke CAS
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 97 Persen
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Tak Mau Seperti Valentino Rossi, Marc Marquez Blak-blakan Bilang Dirinya Tak akan Balapan di MotoGP Sampai Usia 40 Tahun
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasukan Dikerahkan ke Gaza Mei Mendatang? Ini Kata TNI
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.