Bisnis.com, JAKARTA — Pelabuhan Ketapang akan ditutup mulai hari ini, Rabu (18/3/2026), pukul 17.00 WIB dan Pelabuhan Gilimanuk mulai Kamis (19/3/2026), pukul 05.00 WITA. Sejalan dengan hal tersebut, antrean kendaraan menuju pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk mulai berkurang signifikan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, kemacetan antrean kendaraan di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk sudah dapat diurai sehingga panjang antrean kini berkurang menjadi 8 kilometer.
Sebelumnya dilaporkan, kepadatan kendaraan sempat terjadi pada Minggu (15/3/2026) hingga 36 kilometer.
Dudy menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan kemacetan di Gilimanuk, berkolaborasi dengan Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP).
Adapun langkah-langkah yang sudah dilakukan antara lain mengoperasikan kapal-kapal besar, penambahan kapal menjadi 35 kapal oleh ASDP, mengoptimalkan buffer zone, serta menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) sebanyak 25 kapal guna mempercepat operasionalisasi kapal.
“Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga
- Jelajah Lebaran 2026: Dirut ASDP Blak-blakan Penyebab Macet di Pelabuhan Gilimanuk
- Respons Menhub Soal Truk Sumbu 3 Padati Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Jelang Lebaran
- Urai Kemacetan, Polri Berlakukan One Away Radius 4,5 Km Arah Pelabuhan Gilimanuk
Di samping itu, Dudy mengimbau kepada para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas.
Hal yang menjadi masalah, yakni banyaknya truk logistik sumbu tiga ke atas yang masih beroperasi selama periode Angkutan Lebaran yang menyebabkan kepadatan dan antrean panjang di sekitar Pelabuhan Gilimanuk.
Antisipasi Kendaraan yang TerjebakSelanjutnya, langkah mitigasi lain akan dilakukan apabila masih terdapat banyak kendaraan yang belum terangkut pada saat Hari Raya Nyepi.
Dudy menjelaskan, kendaraan kecil serta bus akan menjadi prioritas untuk memasuki kapal dan menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk, mengingat jumlah penumpang di kedua moda tersebut dinilai cukup besar.
“Sementara terhadap kendaraan besar, apabila tertahan maka akan ditampung di buffer zone, kemudian sopir-sopirnya akan kita berangkatkan ke Banyuwangi sambil menunggu selesainya perayaan Hari Nyepi," jelasnya.
Dudy memastikan para sopir kendaraan besar tersebut tidak akan dikenai biaya transportasi dari Gilimanuk menuju Banyuwangi hingga kembali lagi ke Gilimanuk. Demikian juga dengan biaya akomodasi yang akan disiapkan oleh PT ASDP.
Menhub menambahkan, dari sisi Pelabuhan Ketapang juga sudah disiapkan langkah penanganan agar arus kendaraan yang tiba dari Pelabuhan Gilimanuk tidak tersendat dan berjalan lancar.
Saat ini, tersedia ruas tol fungsional dari Besuki di sisi Ketapang. Dengan adanya jalan tol tersebut, Dudy berharap aliran kendaraan yang tiba dari Gilimanuk dapat teratasi. Selain itu, terdapat pula buffer zone di yang diperuntukkan sebagai tempat istirahat dan untuk menahan kendaraan.
Jadwal Penutupan Pelabuhan Ketapang—GilimanukPada lintasan Ketapang-Gilimanuk, layanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, akan dihentikan mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Sementara itu, layanan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, akan ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA. Pembukaan layanan pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA, setelah pelaksanaan Nyepi selesai.




