Stok Aluminium di China Menumpuk Imbas Perang Iran Kurangi Pasokan Global

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Aluminium menjadi salah satu logam yang paling langsung terdampak oleh perang di Iran. Itu lantaran aluminium kesulitan menarik pembeli di China.

Stok Aluminium di China Menumpuk Imbas Perang Iran Kurangi Pasokan Global. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Aluminium menjadi salah satu logam yang paling langsung terdampak oleh perang di Iran. Itu lantaran aluminium kesulitan menarik pembeli di China setelah harganya melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun.

Permintaan yang mengecewakan membuat persediaan menumpuk, bahkan ketika pabrik-pabrik memasuki periode sibuk setelah Tahun Baru Imlek. Hal itu menyebabkan persediaan aluminium primer telah melonjak di atas 1,3 juta ton, tertinggi sejak 2020.

Baca Juga:
Harga Aluminium ke Level Tertinggi Tiga Tahun, Saham ADMR Melesat 12 Persen

“Para produsen di China telah memperlambat pembelian hanya untuk memenuhi permintaan yang sangat dibutuhkan. Namun, minat mereka semakin memburuk setelah harga melonjak,” kata analis dari perusahaan riset Mysteel Global, Huang Yuyao, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (18/3/2026).

Kinerja yang kurang memuaskan dari material industri itu dapat menjadi tanda peringatan bagi perekonomian China secara keseluruhan, yang pulih dalam dua bulan pertama tahun ini. Tetapi sekarang menghadapi dampak dari biaya energi yang lebih tinggi dan gangguan lain akibat konflik di Timur Tengah.

Baca Juga:
Harga Aluminium Tetap Tinggi, Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

“Meskipun tingkat operasi di pabrik-pabrik yang membentuk aluminium telah meningkat sejak liburan Imlek, permintaan secara keseluruhan masih tertinggal dari tahun sebelumnya karena harga yang tinggi,” kata analis material China di HSBC Holdings Plc, Howard Lau,  dalam sebuah catatan.

Menurut data Mysteel, hambatan terhadap permintaan aluminium primer berdampak pada rantai pasokan di China. Persediaan produk setengah jadi sekitar 600.000 ton, atau 75 persen dari level tahun lalu.

Baca Juga:
Harga Aluminium Berpotensi Tetap Tinggi, Gangguan Pasokan Timur Tengah Jadi Pemicu

Harga aluminium melonjak bulan ini setelah serangan AS-Israel terhadap Iran memicu penutupan dan gangguan pengiriman di wilayah yang menyumbang sekitar 9 persen dari pasokan global.

Namun, kenaikan yang stabil sebelum perang telah mengurangi permintaan di produsen dan konsumen logam terbesar di dunia itu. Sementara harga di London Metal Exchange telah naik 27 persen selama 12 bulan terakhir, harga di Shanghai hanya naik 19 persen, yang memperluas peluang ekspor.

Harga aluminium LME turun 1,5 persen pada hari Rabu menjadi USD3.349 per ton pada pukul 10:55 pagi di Shanghai. Di Bursa Berjangka Shanghai, harganya turun 1,1 persen.

Penjualan aluminium mentah dan produk olahan China ke luar negeri telah melonjak 13 persen dalam dua bulan pertama di 2026. Kebiasaan negara tersebut untuk meningkatkan ekspor karena permintaan domestik terlalu lemah merupakan momok bagi ekonomi dunia, tetapi kemungkinan akan disambut baik dalam beberapa bulan mendatang mengingat kekurangan pasokan di Timur Tengah.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik Lebaran, 1,1 Juta Kendaraan Telah Keluar Jakarta
• 10 jam laludetik.com
thumb
Fachriandi Matoa Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Sinjai Andi Muchtar Mappatoba
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Gibran Ingatkan Pemudik Jaga Kondisi Saat Puncak Arus Mudik 18–19 Maret 2026
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Ditjenpas Berikan Remisi Nyepi 2026 kepada 1.515 Warga Binaan
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi Tampilkan Foto Terduga Eksekutor Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS, Pastikan Bukan AI
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.