Ramadhan Bikin Pengeluaran Membengkak? Cerita Ini Bikin Kamu Ngerasa Gak Sendiri

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ramadhan selalu datang dengan dua sisi yang berjalan beriringan: hangatnya momen kebersamaan dan meningkatnya kebutuhan sehari-hari. Bagi banyak keluarga Indonesia, bulan ini bukan hanya soal ibadah dan tradisi, tetapi juga tentang bagaimana mengatur ulang ritme hidup—termasuk urusan finansial.

Di tengah perubahan pola aktivitas dan pengeluaran yang cenderung meningkat, banyak orang mulai mencari cara agar tetap bisa menjalani Ramadhan dengan tenang tanpa mengorbankan kebutuhan lain. Menariknya, bagi sebagian pelaku usaha kecil dan pekerja harian, justru di momen inilah peluang baru terbuka. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Cara Baru Industri Fashion Rayakan Ramadhan
20 Ucapan Idul Fitri 2026 untuk Orang Tua, Paling Tulus dan Menyentuh Hati!

Seperti yang dirasakan Anto Putra Gunadi (55), seorang pengemudi yang mengandalkan kendaraan pribadinya sebagai sumber penghasilan sekaligus aset keluarga. Baginya, menjaga kondisi mobil tetap prima bukan sekadar kebutuhan kerja, tetapi juga bagian dari menjaga stabilitas hidup sehari-hari.

“Setiap saya meminjam, tagihan bisa terbayar dengan lancar karena sistem pembayarannya harian dan langsung dipotong dari pendapatan hari itu. Ini yang bikin saya nyaman dan semangat buat cari orderan,” ujar Anto dalam keterangannya, dikutip Rabu 18 Maret 2026. 

Cerita Anto menjadi gambaran bagaimana fleksibilitas dalam mengatur keuangan bisa memberikan rasa tenang—hal yang sering kali terasa mahal di tengah tekanan kebutuhan Ramadhan.

Hal serupa juga dialami Mirna (38), pemilik usaha kue rumahan. Ramadhan bagi Mirna adalah musim yang sibuk, tetapi juga penuh tantangan. Ia harus memastikan stok bahan baku cukup agar bisa memenuhi permintaan yang meningkat, sambil tetap menjaga arus kas usaha tetap stabil.

“Awalnya saya pinjam untuk beli bahan baku supaya stok aman dan bisa produksi lebih banyak,” katanya.

Namun, kehidupan tak selalu berjalan sesuai rencana. Ketika harus pindah kota mengikuti suami, Mirna sempat menghentikan usahanya sementara waktu. Di titik itu, tantangan bukan hanya soal kehilangan pemasukan, tetapi juga bagaimana tetap mengelola kewajiban finansial.

“Karena pindah kota, jadi otomatis jualannya juga libur. Tidak memungkinkan untuk membayar tiap hari,” lanjutnya.

Kisah-kisah seperti ini menjadi potret nyata bagaimana Ramadhan bukan hanya tentang konsumsi dan perayaan, tetapi juga tentang adaptasi. Banyak orang dituntut untuk lebih cermat mengatur keuangan, sekaligus tetap hadir untuk keluarga di momen penting seperti Lebaran.

Baca Juga :
Wujudkan Kepedulian ke Masyarakat, Sarinah Berbagi Sembako hingga Gelar Mudik Gratis
Zakat Fitrah Pakai Uang atau Beras? Ini Penjelasan Buya Yahya
Hukum Pakai Jasa Tukar Uang Baru Jelang Lebaran, Halal atau Haram? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Ustaz Abdul Somad

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Narkoba di Kelab Jaksel, Polisi Sita Ekstasi hingga Tabung Whip Pink
• 1 jam laludetik.com
thumb
Truk Pengangkut Sapi Terguling di Cikaledong Bandung, Tiga Ekor Sapi Kabur dan Ada Korban Tewas
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Safari Ramadan di Pekanbaru, Kapolri Resmikan Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran Konfirmasi Kepala Keamanan Ali Larijani Tewas Dibunuh Israel
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Anggota DPR Desat Pengusutan Sampai Akar
• 16 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.