Wamentan Ancam Pidana Distributor Pangan yang Mainkan Harga Jelang Lebaran

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan telah menegur puluhan distributor dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok penting selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Wamentan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (18/3/2026). 

“Nah, yang kedua mengenai Satgas Pangan ya. Jadi Satgas Pangan ini dipimpin, Kepala Satgasnya di Bareskrim Polri dengan mendayagunakan Dirkrimsus, Direktorat Kriminal Khusus masing-masing Polda seluruh Indonesia dan juga Reskrim di masing-masing Polres,” ujar Sudaryono.

Dia menyebut, hingga saat ini pendekatan yang dilakukan masih bersifat pembinaan dan pengawasan.

“Sampai sejauh ini juga ada 89 distributor yang ditegur. Jadi sejauh ini belum ada yang sampai dengan pidana karena baru kita tegur sudah langsung melakukan perubahan yang ke arah yang baik gitu. Jadi ada SP 1, ada SP 2, kemudian dicabut izinnya,” katanya.

Menurutnya, potensi pelanggaran tetap diantisipasi, terutama praktik penimbunan atau spekulasi harga oleh oknum tertentu.

Baca Juga

  • Stok Pangan Jelang Lebaran 2026 Aman, Sudaryono: Cadangan Beras Tembus 4,09 Juta Ton
  • Wamendag Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Usai Lebaran
  • Jelang Lebaran, Bapanas Minta Pelaku Usaha Tidak Naikkan Harga Pangan

“Yang saya sampaikan tadi terkait pidana itu kan, kan ada biasanya oknum-oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, misalnya menimbun dan lain-lain yang merugikan kepentingan khalayak rakyat gitu ya,” lanjutnya.

Kendati demikian, Sudaryono menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kasus yang berlanjut ke proses pidana selama periode Ramadan. 

“Kita silsilahnya nih ya dari mulai dari ujung atas sampai bawahnya itu kemudian kita tegur semua, alhamdulillah sudah adanya perbaikan. Nah, ini fungsi pengawasannya di situ,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa pengawasan ketat dilakukan karena komoditas bahan pokok memiliki dampak langsung terhadap masyarakat luas.

“Kenapa? Ya karena bapokting, bahan pokok penting atau yang kita selalu sebut sembako ini penting gitu lho. Jangan sampai ini menjadi gejolak di masyarakat,” kata Sudaryono. 

Pemerintah memastikan akan terus memperkuat pengawasan distribusi pangan guna menjaga stabilitas harga dan mencegah potensi gangguan selama periode hari besar keagamaan. 

Ancaman Pidana

Sudaryono juga mengingatkan kepada para produsen dan pedagang kebutuh pokok untuk tidak menjual barang di atas harga eceran tertinggi (HET) jelang Idulfitri 1447 H. Menurutnya, Kementerian Pertanian akan melakukan penelusuran harga dari mulai petani, peternak hingga sampai ke pedagang.

Dia memerinci bahwa terkait komoditas yang strategis seperti beras, jagung, cabai, daging ayam, telur dan lain-lain akan terus dipantau oleh Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam memonitor sentra-sentra produksinya. 

“Jadi kalau daging itu slaughter house-nya di mana, kemudian penggemukan sapinya di mana itu kita kita ikuti dari hulunya. 1 kilogram Rp54.000, Rp54.000 di penggemukan itu kita ikuti dari situ," ujar Sudaryono 

Dalam kesempatan itu, Sudaryono mengatakan, Polisi akan menindak secara pidana apabila ada produsen atau pedagang yang secara sengaja menjual kebutuhan barang pokok di atas HET.

"Kami memastikan tidak ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan, ya apalagi di situasi Ramadan dan Idul Fitri itu kadang-kadang orang nimbun, orang apa pun itu ancamannya ancaman administratif bisa dicabut izin usahanya atau manakala ada unsur kesengajaan dan ditemukan unsur pidana," tandas Sudaryono. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
H-3 Lebaran Arus Mudik Cipali Padat, Pantau di Live Jelajah Jalur Mudik
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
DPRD DKI Sebut Bus Terminal Kalideres Harus Laik Jalan Jelang Arus Mudik
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil Ungkap Harga Minyak Dunia USD100 per Barel Masih dalam Koridor APBN
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Garuda Indonesia Siapkan 11 Langkah Pemulihan Kinerja pada 2026
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Arus Mudik 2026 Pagi Ini: Contraflow Km 55-70, One Way Km 70-263
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.