Palembang, VIVA – Dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama arus mudik, aparat kepolisian diminta menjadikan Pos Pengamanan (Pos Pam) sebagai pusat solusi yang responsif terhadap berbagai kebutuhan pemudik.
Instruksi tegas ini menekankan pentingnya pendekatan humanis dengan mengedepankan empati dalam setiap pelayanan.
- VIVA.co.id/Foe Peace Simbolon
Arahan tersebut menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, memimpin langsung agenda analisa dan evaluasi (anev).
Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kehadiran aparat kepolisian yang tidak hanya bersifat formal, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pemudik.
Kapolda meminta seluruh personel untuk mengedepankan empati dalam bertugas. Ia menilai bahwa pengamanan tidak boleh sekadar menjadi rutinitas, melainkan harus diiringi kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Pos Pengamanan (Pospam) bukan hanya untuk mengatur lalu lintas di depannya saja, tetapi juga memberikan layanan informasi publik," kata Irjen Pol Sandi Nugroho.
Seiring meningkatnya volume kendaraan di jalur mudik lintas Sumatera, Kapolda juga memberikan gambaran realistis terkait potensi kemacetan. Ia menilai kepadatan lalu lintas merupakan hal yang wajar selama arus mudik, namun kondisi kendaraan yang berhenti total dalam waktu lama harus dihindari.
Untuk mendukung hal tersebut, sebanyak 2.361 personel Polda Sumsel telah disiagakan. Pengawasan di lapangan juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi seperti drone serta pemetaan titik rawan berbasis digital. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan lebih awal, termasuk kemacetan akibat pasar tumpah.
Kapolda menekankan pentingnya langkah antisipatif, bukan sekadar respons setelah kejadian. Personel diminta hadir lebih awal di titik-titik rawan agar potensi gangguan bisa dicegah sejak dini.
- Polri
Operasi Ketupat Musi 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 25 Maret. Kapolda memastikan pengawasan akan terus dilakukan, termasuk mengatasi kendala komunikasi di wilayah tertentu dengan dukungan teknologi seperti internet satelit.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga koordinasi antarpetugas tetap optimal hingga arus balik selesai.





