Berat Badan Malah Naik Pas Puasa? Ini Cara teman kumparan Mengatasinya

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Puasa jadi momen untuk menahan diri dari lapar, haus, serta berbagai kebiasaan yang kurang baik. Mengingat waktu makan yang lebih terbatas, nggak sedikit orang memanfaatkan kesempatan ini untuk diet demi mencapai berat badan ideal.

Meski begitu, faktanya nggak semua orang berhasil menurunkan berat badan saat puasa, lho. Ada juga yang justru mengalami kenaikan. Kondisi ini tentu nggak terjadi begitu saja, ada berbagai faktor yang memengaruhinya.

Menurut laman Healthline, naiknya berat badan saat puasa bukan cuma dipengaruhi oleh porsi makan, tetapi juga jenis makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik harian, hingga waktu makan yang kurang teratur. Karena itu, kamu harus tetap aware dengan kebiasaan sehari-hari dan punya strategi khusus supaya berat badan tetap terkontrol, ya.

Nah, kalau kamu termasuk yang mengalaminya dan masih bingung harus mulai dari mana, yuk simak tips dari teman kumparan di bawah ini!

Tips Jaga Berat Badan Saat Puasa ala teman kumparan

Untuk menjaga berat badan, teman kumparan Putri (26) mengaku cukup fokus mengatur porsi makan, terutama saat berbuka. Rasa “kalap” sebisa mungkin ia kontrol biar nggak berlebihan. Selain atur porsi makan, ia juga mulai mengurangi minuman-minuman manis yang mengandung gula tinggi.

Sementara itu, saat sahur, Putri juga memastikan makan dengan porsi yang cukup dan nutrisi yang lengkap supaya nggak gampang lapar di siang hari. Menurutnya, rasa lapar yang berlebihan justru bisa bikin “balas dendam” saat berbuka.

Mirip seperti Putri, teman kumparan Indah Permata (28) juga cukup concern dengan porsi makan saat berbuka. “Aku biasain mulai dari air sama kurma dulu, baru makan pelan-pelan, nggak langsung banyak,” tuturnya.

Dari berbagai pilihan takjil, Indah sangat berusaha untuk menghindari gorengan. Kalau pun ingin makan, ia tetap membatasi porsinya supaya nggak kebablasan.

Selain memperhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka, berat badan juga bisa dikontrol dengan rutin melakukan aktivitas ringan. Cara ini ternyata juga diterapkan oleh teman kumparan Zaidan Iman (30).

Ia mengaku selalu berusaha menjaga tubuhnya tetap aktif setiap hari. “Kadang jalan santai atau lari ringan sebelum buka biar badan nggak terlalu mager,” ucap Zaidan.

Waktu olahraga yang dipilih Zaidan juga terbilang ideal, lho. Mengutip laman Cleveland Clinic, menjelang waktu berbuka, cadangan energi tubuh mulai menurun sehingga tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi. Kondisi inilah yang membuat pembakaran lemak bisa jadi lebih optimal.

Keuntungan lainnya, setelah olahraga kamu bisa langsung minum dan makan saat berbuka, jadi risiko dehidrasi bisa lebih diminimalisir. Yang penting, tetap sesuaikan intensitas olahraga dengan kondisi tubuh, ya.

Nggak cuma aktif bergerak, Zaidan juga membatasi porsi makannya. Setelah menunaikan tarawih, ia memilih untuk nggak makan berat lagi. Menurutnya, kebiasaan makan setelah tarawih justru bisa bikin berat badan naik secara perlahan.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos Maktour Fuad Hasan Bakal Dipanggil KPK Lagi, Begini Infonya
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Revitalisasi Terminal Lebak Bulus direncanakan pada 2027
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Statistik 5 Kiper Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026, Siapa Pilihan Utama John Herdman?
• 1 jam lalubola.com
thumb
Ketua Komisi III: Usut Tuntas, Jangan Tutup Pelaku Kasus KontraS
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
RJ2 Dukung Restorative Justice yang Diajukan Rismon Sianipar
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.