Bukan Iran-Lebanon! Rudal Hantam RS Negara Muslim Asia, 400 Tewas

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/Rudal/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah serangan udara dahsyat menghantam sebuah rumah sakit rehabilitasi narkoba di Kabul, Afghanistan pada Senin (17/03/2026) malam waktu setempat. Insiden mematikan ini dilaporkan merenggut sedikitnya 400 nyawa dan menyebabkan ratusan orang lainnya luka-luka dalam sekejap.

Pemerintah Afghanistan menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan menghantam fasilitas rehabilitasi berkapasitas 2.000 tempat tidur tersebut. Ledakan besar tersebut mengakibatkan kerusakan luas pada bangunan rumah sakit dan memicu kebakaran hebat di lokasi kejadian, yang menandai eskalasi besar dalam pertempuran lintas batas yang telah berlangsung selama berminggu-minggu antara kedua negara bertetangga tersebut.

Baca: Presiden Iran Telepon Raksasa NATO, Beri Syarat Damai Dengan Trump

Deputi Juru Bicara pemerintah Taliban, Hamdullah Fitrat, memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban yang sangat besar melalui akun media sosial X miliknya. Fitrat menegaskan bahwa skala kehancuran akibat serangan udara tersebut sangat masif dan memakan korban jiwa dari kalangan sipil yang sedang menjalani perawatan.


"Serangan udara di rumah sakit tersebut menewaskan sedikitnya 400 orang, dengan ratusan lainnya luka-luka," kata Fitrat dalam pernyataannya.

Saat ini, otoritas setempat masih berupaya melakukan evakuasi di tengah puing-puing bangunan yang hancur. Fitrat menjelaskan bahwa fokus utama petugas di lapangan adalah memadamkan sisa api dan mengevakuasi para korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan fasilitas medis tersebut.

"Tim penyelamat saat ini berada di lokasi kejadian bekerja untuk mengendalikan api dan mengevakuasi sisa jenazah para korban," ujar Fitrat menambahkan.

Laporan dari lapangan yang dihimpun oleh kantor berita AFP mengonfirmasi situasi tragis tersebut, di mana para jurnalis melihat sedikitnya 30 jenazah telah dievakuasi sementara ratusan korban luka lainnya dilarikan ke berbagai rumah sakit terdekat. Serangan ini terjadi di tengah kondisi "perang terbuka" yang dideklarasikan oleh Pakistan sejak 27 Februari lalu akibat ketegangan yang memuncak.

Pilihan Redaksi
  • 10 Saham yang "Meraih Kemenangan" di Ramadan, Terbang Ratusan Persen
  • Profil Ali Larijani, Tokoh Penting Strategi Perang dan Nuklir Iran
  • Ancaman Perang Dunia Menggila, Prabowo Minta Bahlil Lakukan Ini
  • Rusia Pasok Citra Satelit ke Iran Untuk Serang AS, Ini Alasannya
  • Trump Panik! Minta Tolong China & NATO ke Selat Hormuz, Tapi Dicuekin

Sebelum insiden berdarah ini terjadi, Dewan Keamanan PBB pada hari Senin telah mendesak otoritas Taliban di Afghanistan untuk meningkatkan upaya dalam memerangi terorisme. Hubungan kedua negara memburuk setelah Pakistan menuduh Taliban menyembunyikan kelompok militan yang merencanakan serangan di dalam wilayah Pakistan, sebuah klaim yang secara konsisten dibantah oleh pihak Taliban.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, sebelumnya sempat memberikan peringatan keras terkait eskalasi konflik ini pada akhir Februari lalu. Asif menegaskan bahwa pihak Pakistan tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas militan yang dianggap mengancam keamanan nasional mereka dari wilayah Afghanistan.

"Kesabaran kami sudah habis," tegas Asif saat itu.

Bantahan Keras Pakistan

Islamabad sendiri juga menegaskan bahwa militer mereka tidak akan menargetkan infrastruktur sipil atau rumah sakit dalam operasi udaranya. Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyatakan bahwa angkatan bersenjata negaranya melakukan serangan udara presisi yang ditujukan pada instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris di Kabul serta provinsi Nangarhar timur.

Senada dengan hal tersebut, juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Mosharraf Zaidi, juga menolak mentah-mentah tuduhan yang dilayangkan oleh pihak Afghanistan. Zaidi menekankan bahwa target operasi militer Pakistan bukanlah fasilitas medis seperti yang dituduhkan oleh pemerintah Taliban.

"Tidak ada rumah sakit yang dijadikan target di Kabul," ungkap Zaidi dalam pernyataan resminya.

Saling lempar tuduhan ini sebenarnya sudah terjadi sejak akhir pekan lalu, di mana Pakistan mengklaim telah menghantam infrastruktur pendukung teknis di Provinsi Kandahar. Namun, otoritas Taliban bersikeras bahwa serangan tersebut justru mengenai fasilitas pengobatan narkoba dan depot bahan bakar milik maskapai penerbangan swasta.


(tps/tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ketegangan Afghanistan-Pakistan Meningkat, Puluhan Orang Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Volume kendaraan arus mudik di Nagreg Bandung capai 65.435 kendaraan
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Tampilkan Wajah Eksekutor Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS dari CCTV
• 5 jam laludetik.com
thumb
Update Lalin Lintas Sumatera: Jambi–Palembang Lancar, Mobil Pribadi Prioritas
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Contraflow di Tol KM 55-70 Diberlakukan Malam Ini, One Way Nasional Rabu Siang
• 19 jam laludetik.com
thumb
ASDP Kerahkan Kapal Tambahan untuk Urai Antrean di Gilimanuk Jelang Nyepi
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.