BJakarta: Ketua Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) terakhir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada Kamis, 19 Maret 2026.
"Pembangunan huntara ditargetkan rampung pada 19 Maret 2026 dengan sistem kerja 24 jam. Sekitar 70% tenaga kerja berasal dari warga lokal, dengan penyesuaian waktu kerja selama Ramadan," ujar Safrizal dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 18 Maret 2026.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Wilayah (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut meminta pemerintah daerah segera memindahkan pengungsi dari tenda ke huntara. Pemindahan paling lambat 20 Maret 2026.
Ia juga menginstruksikan agar penempatan penghuni diatur dengan baik. Termasuk memprioritaskan lansia dan penyandang disabilitas di lokasi yang dekat dengan fasilitas umum.
Baca Juga :
Presiden Kembali Berikan Bantuan Daging untuk Korban Bencana Aceh Jalani Tradisi MeugangDirjen Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, menjelaskan masing-masing lokasi dibangun tujuh blok hunian dengan kapasitas 84 kamar. Namun, di Dusun Kareung tersedia 76 kamar karena sebagian unit digunakan untuk fasilitas musala.
Setiap unit huntara dilengkapi tempat tidur, kipas angin, dan lemari. Setiap unit juga didukung fasilitas umum seperti kamar mandi, dapur, listrik, dan air bersih.
Ketua Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, menyalurkan bantuan kepada pengungsi bencana alam di Aceh Utara. Foto: Istimewa.
Safrizal juga meninjau pembangunan huntara yang dikerjakan BNPB di Dusun Teungoh. Di lokasi tersebut terdiri dari 23 blok dengan total 114 kamar.
Pada lokasi ini, fasilitas kamar mandi tersedia di setiap unit. Sehingga tidak memerlukan MCK umum.
Selain peninjauan, Safrizal turut mengunjungi pengungsi yang masih berada di tenda dan menyerahkan bantuan berupa paket perlengkapan dapur. Ia memastikan seluruh pembangunan huntara akan selesai sebelum Lebaran dan siap ditempati oleh warga terdampak bencana.




