Jelang Idul Fitri, Ketua MPR: Kita Jaga Persatuan, Jangan Mudah Terpancing Isu Sensitif

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Jakarta

Ketua MPR RI Ahmad Muzani merespons dinamika ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang tengah berlangsung. Ia berharap menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, negara-negara di kawasan Teluk Persia dapat menahan diri agar peperangan tidak semakin bergejolak dan meluas ke wilayah lain.

Menurut Muzani, meredanya intensitas konflik akan memberikan jaminan bagi umat Islam di seluruh dunia untuk merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan damai. Oleh karena itu, ia mengimbau agar pertikaian bersenjata tersebut segera dihentikan melalui jalur komunikasi.

"Kita bersyukur bahwa para pemimpin negara-negara di Teluk bisa menahan diri. Ini sebagai penghormatan kepada umat Islam untuk bisa merayakan momen Idul Fitri dengan aman dan damai. Kita juga bersyukur bahwa Arab Saudi sebagai penjaga dua Tanah Suci Mekkah dan Madinah bisa menjamin kelangsungan beribadah umroh dengan lancar sejauh ini," kata Muzani dalam keterangannya, Rabu, 18 Maret 2026.

Muzani melanjutkan, penghentian perang akan berdampak positif bagi perekonomian dunia, terutama dalam mengatasi krisis minyak global. Hal ini dinilai krusial mengingat umat Islam dalam waktu dekat juga akan melaksanakan ibadah Haji. Ia menekankan pentingnya dialog diplomatik sebagai kunci utama menuju perdamaian abadi.

"Kita telah menyaksikan dunia selama puluhan tahun dalam keadaan damai melalui diplomasi. Maka penting bagi setiap pemimpin untuk kembali melakukan dialog diplomasi sebagai cara utama menciptakan perdamaian," jelas Muzani.

Muzani juga menyoroti peran aktif pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai responsif dalam upaya menghentikan perang. Meskipun langkah Presiden Prabowo bergabung dalam Board of Peace memicu perdebatan di dalam negeri, Muzani menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

"Perbedaan pandangan merupakan hal biasa dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Namun ruang-ruang dialog tetap menjadi prioritas bahwa sikap presiden tersebut sebagai upaya diplomasi agar perdamaian bisa tercipta. Ini pun yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita terdahulu di masa-masa awal kemerdekaan," jelas Muzani.

Di akhir keterangannya, Ketua MPR mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap solid dan tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan pandangan politik luar negeri. Persatuan nasional dipandang sebagai modal utama agar Indonesia tetap menjadi negara kuat yang diperhitungkan di kancah global.

"Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu-isu yang sensitif yang dapat memecah belah persatuan kita. Sebagai rakyat kita harus membangun rasa kepercayaan kepada pemimpin kita, kepada pemerintah kita, kepada Presiden kita. Dengan kepercayaan yang kuat, maka Indonesia tidak akan mudah dipecah belah," tutup Muzani.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsakiyah Hari Ini: 18 Maret 2026 di Semarang, Membawa Semangat Beribadah
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cerita Pemudik Habis Kuota Internet, Untung Ada Posko Telkomsel Siaga di KM 57
• 56 menit lalukumparan.com
thumb
Ariyo Windutomo Sekretaris Presiden Prabowo Naik Pangkat Jadi Bintang 3
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Super El Nino Diprediksi Terjadi Tahun Ini, Suhu Global Bisa Tembus Rekor Baru
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Telur Mahal Jelang Idulfitri, Tembus Rp75 Ribu per Rak
• 7 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.