BANDA ACEH, KOMPAS.TV - Satgas Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Selatan mengungkap keracunan massal belasan anak sekolah di kabupaten tersebut usai mengonsumsi menu MBG pada 27 Februari 2026 lalu.
Berdasarkan uji sampel makanan, Ketua Satgas Penyelenggaraan Program MBG Aceh Selatan Diva Samudra Putra menyatakan terdapat kontaminasi bakteri yang ditemukan pada makanan.
"Hasil uji sampel Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) mengungkap keracunan pelajar setelah menyantap makanan Program MBG yang terkontaminasi bakteri," kata Diva di Aceh Selatan, Rabu (18/3).
Baca Juga: MBG Diliburkan selama Periode Lebaran, BGN: Negara Hemat Anggaran Rp5 Triliun
Diva mengungkapkan, berdasarkan hasil uji laboratorium, lima sampel makanan yang diperiksa menunjukkan adanya cemaran mikroba. Adapun bakteri yang ditemukan di antaranya adalah Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella.
"Hasil uji sampel tersebut menjadi pedoman dan bahan masukan untuk tindak lanjut bagi instansi dan pengambil kebijakan terkait sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan," kata Diva dikutip Antara.
"Bakteri tersebut menyebabkan mual, muntah, dan diare. Hasil pemeriksaan laboratorium mengindikasikan makanan tersebut tidak memenuhi syarat."
Sebelumnya, 18 anak dari tingkat PAUD hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, menunjukkan gejala keracunan dan dilarikan ke puskesma setempat pada 27 Februari lalu.
Belasan pelajar menunjukkan gejala seperti mual, muntah, diare, pusing, serta sakit perut. Para siswa kemudian didiganosis mengalami gastroenteritis akut.
MBG yang dikonsumsi para pelajar tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan yang dikelola Yayasan Ruang Kito Basamo.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- keracunan mbg
- keracunan mbg aceh selatan
- satgas mbg
- mbg terkontaminasi bakteri
- makan bergizi gratis





