Umat Hindu saling melempar seikat daun kelapa kering yang dibakar saat mengikuti tradisi perang api di Negara Sakah, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/3). Api yang menyala dari ikatan daun kelapa kering menjadi bagian utama dalam prosesi yang berlangsung meriah dan penuh semangat tersebut.
Tradisi perang api ini digelar menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai simbol pembersihan diri dari unsur-unsur negatif serta upaya menjauhkan malapetaka. Selain memiliki makna spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat yang menyaksikan.
Ritual tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mempererat kebersamaan dan identitas budaya lokal.




