Spekulasi soal tewasnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menguat di media sosial. Spekulasi itu mulanya muncul dari artikel berjudul ‘Beredar Spekulasi Kematian dan Cedera Netanyahu yang diterbitkan di Tasnim News Agency—sebuah kantor berita Iran yang dikenal dekat dengan Garda Revolusi Iran—pada 10 Maret 2026.
Kala itu, artikel tersebut mencurigai Netanyahu tewas lantaran sudah tiga hari Netanyahu tidak muncul di media sosial. Biasanya, tulis artikel itu, Netanyahu mengunggah videonya setiap hari, jumlahnya bahkan bisa mencapai tiga video. Sebelumnya, Iran memang membombardir sejumlah wilayah di Ibu Kota Israel, Tel Aviv.
Sejumlah video kemunculan Netanyahu kemudian diunggah di akun media sosial Netanyahu sendiri, salah satunya di akun X pribadinya @netanyahu. Video-video tersebut muncul sebagai bantahan atas tudingan yang menyebut dirinya tewas.
Tim kumparan kemudian menganalisis video-video di akun X milik Netanyahu menggunakan bantuan tool yang disediakan https://imagewhisperer.org/.
Tools tersebut dirancang untuk jurnalis dalam melakukan verifikasi, riset, dan pendeteksian AI. Tools tersebut dikembangkan oleh Henk van Ess, pakar jurnalisme data dan OSINT (Open Source Intelligence Tools) dari Belanda. Global Investigative Journalism Network—sebuah komunitas jurnalis global—juga merekomendasikan tools itu untuk para jurnalis.
Tools ini bekerja dengan menjalankan 41 pemeriksaan independen secara pararel, yang terbagi dalam beberapa lapisan utama. Mulai dari mencocokan ke database hoaks, menjalankan 14 model AI di GPU, hingga melakukan analisis forensik. Selain itu, tool tersebut juga bekerja dengan cara memeriksa apakah sebuah gambar mematuhi hukum fisika di dunia nyata atau tidak.
Nantinya, tool tersebut akan meringkas hasil analisisnya ke dalam empat kriteria. Yakni, B-Free (Deep Verify), Sightengine, SPAI (Spectral), dan TruFor (Splice).
Paling tidak, ada 7 video yang diunggah Netanyahu sejak 13 Maret hingga 18 Maret 2026. Berikut ini adalah analisisnya.
13 Maret 2026Pada 13 Maret 2026, Netanyahu akhirnya muncul untuk pertama kalinya sejak serangan Iran. Dalam sebuah video berdurasi 8 menit 12 detik, dia tampak berdiri di antara dua bendera Israel. Dalam momen tersebut, Netanyahu mengancam akan membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.
Menariknya, sejumlah orang kemudian menyebut video Netanyahu itu merupakan produk dari kecerdasan buatan atau AI. Salah satu yang disorot adalah momen ketika Netanyahu terlihat memiliki 6 jari. Klaim tersebut seiring dengan kabar bahwa Netanyahu tewas dalam serangan Iran.
Hasil pemeriksaan Image Whisperer menunjukkan bahwa objek dan konten dalam potongan video Netanyahu tersebut kemungkinan besar hasil rekayasa AI dengan keyakinan (confidence) sebesar 85 persen. Verifikasi oleh model B-Free memberikan skor 96 persen untuk pola AI terdeteksi, kategori sangat tinggi.
Nah, salah satu fitur lain dari Image Whisperer adalah bisa merujuk ke hasil-hasil cek fakta komunitas lain di internet. Salah satu yang dirujuk Image Whisperer adalah temuan Snopes. Menariknya, Snopes menunjukkan bahwa video Netanyahu itu bukanlah AI. Snopes sendiri merupakan salah satu situs pengecekan fakta yang berbasis di Amerika Serikat.
Snopes menyebutkan bahwa jari masing-masing tangan Netanyahu pada menit ke 0:34 dan 0:54 ada lima. Tak seperti klaim yang pertama kali diunggah oleh akun X @gigabasedd bahwa Netanyahu punya enam jari dalam video tersebut.
Snope menduga, jari ke-nam yang dimaksud warganet pada menit 0:34 merupakan tonjolan hipothenar atau sebutan untuk tonjolan di pangkal jari kelingking.
Warganet juga mencurigai gerakan tangan kiri Netanyahu yang seolah mencakar pada menit 0:54. Snope mengklaim gerakan mencakar tersebut mirip dengan yang pernah dilakukan Netanyahu sebelumnya.
15 Maret 2026Pada 15 Maret 2026, Netanyahu kembali muncul dalam sebuah video, ia sedang berada di cafe sambil memegang gelas kopi. Ia juga menunjukkan jari tangannya guna membantah tuduhan video diproduksi AI. Video itu juga diunggah untuk membuktikan Netanyahu masih hidup.
“They say I'm what? Watch,” tulisan Netanyahu dalam unggahan tersebut.
Namun, warganet kembali curiga terhadap video tersebut. Netanyahu tampak sempat menyeruput kopi yang ia pegang. Anehnya, kopi dalam gelas tak berkurang sama sekali. Gelas tetap penuh.
Analisis Image Whisperer menunjukkan bahwa objek dan konten dalam video tersebut tergolong hasil buatan AI dengan keyakinan tinggi (high confidence). Alasan utamanya adalah tidak ditemukan karakteristik sensor kamera dengan tingkat camera matcher hanya 1 persen.
Berdasarkan analisis model SPAI atau analisis frekuensi, ditemukan bahwa ada pola spektrum frekuensi khas generator AI dengan skor 100 persen. Adapun total skor keyakinan Image Whisperer bahwa konten tersebut adalah AI mencapai 85 persen.
16 Maret 2026Dalam video yang diunggah pada 16 Maret 2026, tampak Netanyahu tengah berjalan-jalan di area terbuka sambil menyapa warganya. Namun, salah satu hal yang disorot warganet adalah momen lenyapnya cincin Netanyahu yang melingkar di jari manis. Momen itu terjadi di sekitar detik ke-28.
Berdasarkan analisis Image Whispers, video tersebut dicurigai kuat memang buatan AI. Dengan keyakinan mencapai 85 persen. Dengan rincian model B-free memberikan skor 86 persen untuk AI detection, hingga TruFor memberikan skor 33 persen untuk noise fingerprint.
17 Maret 2026Dalam video yang diunggah pada 17 Maret 2026, tampak Netanyahu sedang memberikan pidato di dalam sebuah ruangan yang disertai dengan bendera Israel di bagian kanan-kiri Netanyahu. Tangkapan layar ini diambil dari video yang Netanyahu mengunggah di X.
Video tersebut juga diberikan subtitle dalam bahasa Persia. Banyak warganet yang meragukan video ini, mereka mengkritisi adanya hal yang aneh, salah satunya bagian gigi netanyahu yang tiba-tiba muncul dan juga hilang.
Berdasarkan laporan dari Image Whisperer, pencahayaan pada Netanyahu terlihat konsisten sebagai pencahayaan studio atau kantor profesional dan menciptakan bayangan lembut di belakangnya. Video ini diyakini adalah video original dengan persentase keyakinan (confidence) mencapai 60 persen. Namun, kesimpulannya membutuhkan review lebih lanjut (Requires Review).
Terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi, di antaranya commercial AI tidak menemukan sama sekali adanya pola AI dalam video tersebut. Sementara pada model SightEngine, pola AI sama sekali tak terdeteksi atau 0 persen.
Namun, skor 54 persen pada TruFor (Splice) menunjukkan adanya kemungkinan manipulasi berupa penggabungan gambar (splicing) atau ketidakkonsistenan pada butiran halus (noise) gambar tersebut, meskipun tingkat keyakinannya berada di level menengah.
Pada hari yang sama, Netanyahu juga mengunggah video dirinya berbicara di sebuah ruangan berlatar belakang rak buku dan bendera Israel.
Berdasarkan analisis Image Whisperer, Mereka menilai video tersebut diduga asli dengan tingkat keyakinan (confidence) mencapai 60 persen.
Dalam video yang diunggah Netanyahu tersebut, banyak warganet yang mencoba menganalisis video tersebut. Mayoritas dari mereka menganggap video itu adalah AI dengan pertimbangan banyak tekstur berantakan, pencahayaan yang tak konsisten, hingga sudut-sudut yang terdistorsi.
Bahkan, model B-Free (Deep Verify) mendeteksi adanya pola AI dalam video tersebut dengan keyakinan mencapai 53 persen.
Sementara, pada data ini, model TruFor (Splice) menunjukkan angka yang sangat tinggi, yaitu 85 persen. Ini mengindikasikan bahwa sistem mendeteksi adanya ketidakkonsistenan noise yang sangat kuat, biasanya terjadi jika gambar tersebut merupakan hasil tempelan (splicing) atau manipulasi area tertentu.
18 Maret 2026Netanyahu kembali mengunggah video. Kali ini, ia sedang berjalan dan berbincang dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee. Lagi-lagi warganet curiga dengan video unggahan Netanyahu.
Dalam video berdurasi 1 menit 15 detik tersebut, wajah Mike dianggap berubah tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat pada menit ke 0:05. Mike yang sebelumnya sedang berbicara, tiba-tiba bersenyum.
Hasil analisis Image Whispers menunjukkan bahwa video tersebut tak bisa serta-merta dipastikan sebagai AI atau bukan. Angka keyakinan video itu asli mencapai 60 persen atau masuk dalam kategori Requires Review. Hal ini berarti keaslian foto ini tak bisa dipastikan oleh analisis forensik; diperlukan verifikasi langsung oleh manusia.
Angka model analisis TruFor Splice Detection mendeteksi adanya pola noise yang berbeda pada bagian tertentu. Hal ini menunjukkan ada dugaan elemen yang dipotong dan ditempel dari foto lain.
Dalam video pada tanggal yang sama, muncul video Netanyahu yang menyebut tengah berada bersama Menteri Pertahanan Israel, Kepala Staf, kepala Mossad, Kepala Angkatan Udara, dan para komandan senior.
Nah, lagi-lagi warganet meragukan keaslian video tersebut. Ada yang bilang video itu sedianya direkam pada tahun 2024. Ada juga yang menyebut video itu AI lantaran pin bendera Israel yang digunakan Netanyahu bentuknya tidak sesuai aslinya.
Hasil analisis Image Whispers di foto ini juga menunjukkan bahwa video tersebut tak bisa serta-merta dipastikan sebagai AI atau bukan.
Angka keyakinan bahwa video itu asli mencapai 60 persen atau masuk dalam kategori Requires Review. Hal ini berarti keaslian foto ini tak bisa dipastikan oleh analisis forensik; diperlukan verifikasi langsung oleh manusia.
Selain itu, hasil kali ini menunjukkan angka yang cukup rendah di semua kategori (di bawah 25 persen). Ini mengindikasikan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas yang kecil untuk dianggap sebagai rekayasa AI atau hasil manipulasi berat.
Israel Bantah Video Netanyahu AIDilansir Anadolu Agency, Kantor PM Benjamin Netanyahu membantah klaim di media sosial yang menyatakan bahwa Netanyahu telah dibunuh.
Seorang koresponden Anadolu bertanya kepada kantor tersebut apakah mereka memiliki pernyataan tentang meningkatnya klaim di media sosial bahwa "Netanyahu telah dibunuh."
"Ini adalah berita palsu. Perdana Menteri baik-baik saja," tulis kantor PM Israel pada Sabtu (15/3).





