Serangan Terhadap Pembela HAM Kian Masif, Ini Rentetan Kasusnya Setahun Terakhir

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Gerakan masyarakat sipil menyebut serangan terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM) semakin masif terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Terbaru, aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mengalami percobaan pembunuhan lewat siraman air keras oleh terduga pelaku TNI pada Kamis (12/3) malam.

"Kekerasan terhadap aktivis gerakan masyarakat sipil yang kritis terhadap tindakan pemerintah semakin meningkat," kata Direktur Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid dalam konferensi pers, Rabu (18/3).

Menurut Alissa, kejadian yang terus berulang ini menunjukkan bahwa serangan terhadap pembela HAM bersifat sistemik dan melibatkan aktor yang kompleks.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyebut salah satu faktor penyebab terus berulangnya serangan terhadap pembela HAM adalah karena kasus-kasus sebelumnya tidak pernah diusut tuntas dan dilakukan penghukuman terhadap pelaku yang terlibat.

“Baik pelaku yang ada di kejadian perkara maupun yang menggerakkan atau memerintahkan teror itu," kata Usman Hamid dalam kesempatan yang sama

Amnesty International mencatat, sebanyak 283 pembela HAM mengalami serangan terkait dengan kerja-kerja mereka sepanjang 2025. Bentuk-bentuk serangan ini mulai dari teror, intimidasi, penangkapan, serangan digital, kriminalisasi, hingga percobaan pembunuhan.

"Skala terornya tidak hanya di kota-kota besar di Jawa, melainkan dari Sumatra sampai Papua," kata Usman

Berikut sejumlah kasus serangan terhadap pembela HAM yang banyak mendapat sorotan dalam setahun terakhir. 

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Pada Kamis (12/3) malam, aktivis HAM Andrie Yunus yang sedang dalam perjalanan pulang menggunakan motor disiram air keras oleh orang tidak dikenal. Hasil pemeriksaan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Andrie mengalami luka bakar sekitar 20% pada area tubuh. Andrie juga mengalami trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.

“Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea,” kata RSCM dalam keterangan tertulis.

Pada Rabu (18/3), Mabes TNI menyebut empat anggota Datasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI terlibat dalam kasus penyerangan air keras terhadap Andrie. Keempat tentara itu telah ditahan di Puspom TNI. Meski begitu, TNI belum bisa menyampaikan motif serangan karena masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk diketahui, Andrie adalah aktivis yang keras melakukan penolakan revisi Undang-Undang TNI. Ia menggeruduk rapat tertutup DPR di Hotel Fairmont Jakarta yang saat itu sedang membahas revisi UU terkait. Andrie juga menjadi saksi pemohon dalam gugatan uji materi UU TNI di Mahkamah Konstitusi.

Aktivis Greenpeace Diretas dan Dapat Kiriman Bangkai Ayam

Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik mendapat kiriman bangkai ayam di rumahnya pada 30 Desember 2025 lalu. Di bagian kaki ayam, terikat plastik berisi kertas dengan tulisan, “Jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu”.

Iqbal Damanik adalah sosok yang saat itu keras mengkritik respon pemerintah atas bencana banjir Sumatra. Sebelumnya di tahun yang sama, Iqbal juga sempat viral karena aksi penolakannya atas tambang nikel yang mengancam Raja Ampat, Papua Barat Daya. Penolakan ini adalah bagian dari kampanye #SaveRajaAmpat yang dilakukan Greenpeace.

Setelah berdebat sengit dengan Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla dalam salah satu program televisi pada tengah tahun lalu, akun WhatsApp Iqbal juga sempat diretas oleh oknum tidak dikenal.

Ratusan Tahanan Politik Demonstrasi Agustus 2025

Lebih dari 6.000 orang dalam demonstrasi Agustus 2025 di seluruh Indonesia ditangkap. Demonstrasi yang awalnya memprotes kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR ini meledak setelah pengemudi ojol Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis Brimob.

Sejumlah aktivis ditangkap karena dinilai menyulut provokasi, beberapanya adalah Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dan Staf Lokataru Muzaffar Salim, aktivis WALHI Jawa Tengah Adetya Pramandira, hingga pegiat Aksi Kamisan Semarang Fathul Munif.

Hingga 14 Februari 2026, Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi mencatat setidaknya 506 dari 703 tahanan politik yang sedang menjalani proses hukum telah diputus bersalah terkait peristiwa demonstrasi Agustus 2025. Kriminalisasi ini disebut-sebut sebagai “perburuan aktivis terbesar sejak reformasi”.

Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Redaksi Tempo

Maret 2025 lalu, Redaksi Tempo mendapat kiriman kepala babi dan diikuti pengiriman bangkai tikus dengan kepala terpenggal dari orang tidak dikenal. Kiriman kepala babi ditujukan ke salah satu jurnalis Tempo sekaligus pembawa acara podcast Bocor Alus Tempo, Francisca Christy Rosana. Sedangkan kiriman bangkai tikus tidak menyertakan tulisan apapun.

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra menyebut, pengiriman bangkai tikus semakin memperjelas teror terhadap kerja-kerja pers Tempo. Dalam minggu yang sama dengan pengiriman kepala babi, Francisca sedang menulis laporan utama terkait aktor utama revisi UU TNI yang disahkan DPR pada 20 Maret 2025.

Sejak pelaporan kasus teror ke Bareksrim Polri pada Maret 2025 hingga saat ini, belum terungkap siapa pelaku pengiriman kepala babi dan bangkai tikus kepada Redaksi Tempo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Lepas Ribuan Peserta Mudik Gratis Polri Presisi 2026 di Polda Metro Jaya
• 13 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Medan Hari Ini, Rabu 28 Ramadan 1447 H
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Nasional Aman Jelang Idulfitri 2026 | INDO UPDATE
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri Perhubungan: Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi 18 Maret
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Mudik Nyaman Ala Pegadaian SulSelBarRa, Berangkatkan 400 Pemudik
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.