Pemerintah Bangun 2.200 Rumah untuk OAP dan Kepala Suku di Papua Pegunungan atas Instruksi Presiden

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI memastikan akan membangun 2.200 unit rumah bagi kepala suku dan masyarakat orang asli Papua (OAP) di delapan kabupaten di Papua Pegunungan atas instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto.

Instruksi Presiden dan Penjelasan Program

Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP RI Aziz Andriansyah menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di Wamena bertujuan memberikan penjelasan terkait mekanisme pelaksanaan program tersebut.

"Kehadiran kami di sini untuk menjelaskan mekanisme tentang program 2.200 rumah yang merupakan instruksi presiden kepada Gubernur Papua Pegunungan untuk diberikan atau dibangun bagi masyarakat dan kepala suku di delapan kabupaten," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa program pembangunan 2.200 rumah ini merupakan proyek khusus yang berbeda dari program reguler kementerian.

"Program ini merupakan proyek khusus dari bapak presiden, dan bukan merupakan proyek reguler yang biasa pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia peroleh dari Kementerian atau lembaga," ujarnya.

Mekanisme Khusus dan Rincian Pembangunan

Aziz menjelaskan bahwa program reguler Kementerian PKP meliputi pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah, rumah khusus wilayah perbatasan, bantuan pascabencana, bantuan stimulan swadaya, hingga pembangunan sarana prasarana seperti jalan dan drainase.

"Proyek reguler tersebut merupakan kegiatan-kegiatan yang umum dan rutin yang dilakukan oleh Kementerian PKP RI," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proyek reguler telah diatur dalam berbagai regulasi yang berlaku.

"Proyek reguler telah diatur dalam peraturan-peraturan yang ada seperti peraturan Menteri Perumahan Nomor 10 berkaitan dengan bantuan perumahan umum dan penyediaan rumah khusus," katanya.

Berbeda dengan itu, program 2.200 rumah memerlukan mekanisme khusus dalam pelaksanaannya.

"Sementara program khusus yang merupakan instruksi presiden maka kita harus mempersiapkan aturan khusus, regulasi khusus, prosedur khusus, kriteria khusus serta mempertimbangkan berbagai hal teknis maupun non teknis," ujarnya.

Pemerintah berharap program ini dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah di lapangan.

Dari total bantuan 2.200 unit rumah tersebut, sebanyak 2.000 unit akan dibangun dengan tipe 45 dan 200 unit lainnya dengan tipe 90.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirujak PSG dengan Agregat 8-2, Pelatih Chelsea Liam Rosenior: Malam yang Sulit
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Polisi Ungkap Identitas 2 Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Sambut Mudik Lebaran 2026
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sekutu Eropa Bersikap Pasif, Trump Ancam Masa Depan NATO Akan Buruk
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Kakorlantas Soal Kepadatan di Tol MBZ: Ada Kendaraan Bermasalah, Bersifat Sementara
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.