JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Habiburokhman menanggapi adanya perbedaan inisial terduga pelaku penyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang dirilis oleh pihak kepolisian dan TNI.
Menurut Habiburokhman, perbedaan inisial bisa saja terjadi karena perbedaan teknik penyebutan antara kedua institusi.
“Ini kan masih berjalan ya, mungkin kalau bikin inisial kan misalnya apa ya, namanya Muhammad Udin, ada yang menyatakan MU, ada yang MUDN, macam-macam teknik, apa pemberian huruf yang menjadi inisial,” katanya dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (18/3/20206), seperti dikutip dari laporan jurnalis Kompas TV, Meta Oetari dan Janivan.
Baca Juga: [FULL] Usut Teror Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Siapa Otaknya? | CATATAN KOMPAS
Menurutnya, berdasarkan fakta yang disampaikan oleh kepolisian, dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, wajah terduga pelaku terekam sangat jelas.
“Jadi, kalau tadi dari fakta-fakta yang disampaikan di polda metro, sampai ke wajahnya pun sudah sangat jelas ya, saya bikin enggak ada ruang bagi siapapun untuk apa namanya, tidak menyimpulkan ini yang sebenarnya pelakunya,” lanjutnya.
Meski demikian, ia menegaskan, saat ini proses penyidikan masih berlangsung.
Pihaknya telah membentuk panitia kerja (panja) untuk mengontrol penanganan kasus tersebut.
“Karena ini kan masih jalan, makanya kami bentuk Panja, kita kontrolnya dengan Panja,” tegasnya.
“Pokoknya ada Panja, kan polisi enggak bisa nangkap TNI. Ya makanya ini Panja, makanya ini kan Panja, kan jalan prosesnya sedang berjalan ya. Sama-sama kita kawal,” tuturnya.
Terpisah, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin menegaskan, pihaknya akan berkolaborasi dengan TNI terkait penyidikan kasus tersebut.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- habiburokhman
- penyiraman air keras
- aktivis kontras
- kontras
- andrie yunus





