Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota memastikan arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara (Pantura) tetap kondusif meski telah memasuki puncak arus mudik Lebaran pada Rabu (18/3) malam.
Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan volume kendaraan yang signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data traffic counting Dinas Perhubungan setempat, rata-rata kendaraan yang melintas mencapai 4.289 unit per jam.
Angka ini meningkat sekitar 30% dari hari sebelumnya yang berada di angka 3.309 unit per jam.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel penuh untuk mengantisipasi kepadatan yang diprediksi terus berlangsung hingga Kamis (19/3) dini hari.
“Kami antisipasi malam ini sampai besok dini hari sebagai puncak arus mudik. Sejauh ini arus dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya masih terkendali,” ujar Eko di Cirebon, Rabu (18/3).
Meskipun volume kendaraan meningkat, Eko menegaskan belum terjadi antrean panjang yang ekstrem. Pihak kepolisian menerapkan sistem penarikan arus secara skalabel pada titik-titik lampu merah untuk menjaga kelancaran.
Kelancaran di arteri Pantura juga dipengaruhi oleh pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way di jalan tol.
Hal ini menyebabkan adanya pengalihan arus dari dalam tol ke jalur arteri, terutama bagi kendaraan yang bergerak dari arah timur (Jawa Tengah) menuju barat (Jakarta).
Untuk mengamankan situasi, Polres Cirebon Kota menetapkan empat titik prioritas pengawasan:
Jalur Utama Pantura.
Jalur Alternatif (Cirebon-Indramayu).
Jalur Dalam Kota (antisipasi kepadatan di pusat perbelanjaan).
Akses Jalan Tol.
Eko juga mengimbau para pemudik untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah.
“Kami mengingatkan pemudik untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi fisik dan kendaraan prima, serta membawa kelengkapan berkendara demi keselamatan bersama,” pungkasnya.





