Pakar: Perang Iran Lepas Kendali, Trump Kewalahan

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Tampaknya reaksi Iran terhadap perang AS-Israel melampaui ekspektasi pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menurut Douglas Bendao, peneliti senior di Institut Pertahanan Cato, kini mulai kewalahan karena situasi yang semakin tak terkendali.

Baik Trump maupun pejabat pemerintahannya tidak membayangkan bahwa Iran akan bertahan menghadapi serangan awal, dan mereka membangun posisi mereka berdasarkan keyakinan bahwa mereka akan mencapai semua hasil dalam waktu singkat, demikian kata Bendao dalam wawancara dengan Aljazeera, dikutip Kamis (19/3/2026).

Baca Juga
  • Eksklusif ke Aljazeera, Ini Faktor yang Membuat Iran tak akan Hentikan Perang
  • Diakui Militer Dunia, Ini Tabir 'Bapak Rudal’ Sosok Utama di Balik Dahsyatnya Senjata Iran
  • Ada Jejak Almarhum Muamar Gaddafi Libya di Balik Kedigdayaan Rudal-Rudal Iran Masa Kini

Kini, seiring dengan pembicaraan mengenai serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran, perang tampak seolah-olah telah lepas kendali, menurut Bendao yang mendasarkan hipotesis ini pada permintaan Amerika Serikat akan bantuan dari pihak lain.

Memang benar bahwa Trump dan pejabat pemerintahannya mengatakan bahwa perang berjalan sesuai rencana, dan belum melampaui batas waktu yang telah ditentukan, tetapi Bendao mengatakan banyak orang tidak mempercayai apa yang dikatakan Washington mengenai jalannya perang.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Yang jelas—menurut pakar Amerika tersebut—adalah bahwa Washington tidak terlalu fokus pada serangan terhadap fasilitas nuklir Iran selama perang ini, melainkan lebih pada upaya menggulingkan rezim, namun mereka terkejut bahkan oleh serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya yang tidak mereka duga, menurut sang pakar.

Oleh karena itu, pernyataan Amerika tentang perang ini tidak bisa dianggap serius karena mereka tidak memperhitungkan banyak hal yang telah terjadi dan sedang terjadi saat ini, termasuk dampak besar perang terhadap ekonomi global, menurut pandangan Bendao.

Serangan di Bushehr

Pada Selasa kemarin, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan Iran telah memberitahukan kepada mereka bahwa sebuah proyektil menghantam lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, dan menambahkan bahwa tidak ada laporan mengenai kerusakan pada pembangkit tersebut atau korban di kalangan karyawan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Agen Travel Online Nakal Langgar Ketentuan Penjualan Tiket Pesawat
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Bandara Hang Nadim Batam Percepat Antrean Pemudik Melalui Modifikasi Meja X-Ray
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Media Korsel Laporkan RI Sepakati Beli 16 Unit Jet Tempur Boramae
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara untuk Mengurai Antrean Kendaraan Menuju Gilimanuk
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Rekor Membanggakan Kevin Diks usai Gabung Gladbach, Jadi Kapten Pertama dari Timnas Indonesia di Bundesliga
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.