Urai Kepadatan Pemudik, Polisi Berlakukan One Way di Jalur Nagreg-Tasikmalaya

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, GARUT- Jalur Garut-Tasikmalaya diberlakukan one way atau jalur satu arah menuju Tasikmalaya. Hal itu dilakukan usai terjadi kepadatan kendaraan di Jalur Limbangan, Lewo hingga Malangbong, Kabupaten Garut. 

Berdasarkan pengamatan Bisnis, sejumlah petugas kepolisian melakukan pemberhentian di jalur-jalur arteri untuk mengantisipasi kendaraan masuk ke arah sebaliknya. 

Sebelumnya, terjadi kepadatan arus lalu lintas selepas Simpang Nagreg, Kabupaten Bandung. Sempat jalanan lengang sebelum akhirnya kembali padat pascawaktu berbuka puasa. 

Pemudik kembali memadati jalur ini hingga petugas akhirnya memberlakukan jalur satu arah hingga Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya. 

Petugas kepolisian yang bertugas belum bisa memastikan berapa durasi jalur satu arah ini diberlakukan. 

Hingga kini, kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya memanfaatkan penerapan jalur satu arah ini untuk mempercepat kendaraan untuk menuju kampung halamannya di momen mudik lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. 

Truk Sumbu Tiga

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat menindak puluhan sopir kendaraan truk sumbu tiga yang nekat melintas di jalur mudik wilayah Kabupaten Bandung, Minggu (15/3/2026).

Kendaraan berat tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama kepadatan arus lalu lintas sekaligus berpotensi memicu kecelakaan selama periode mudik Lebaran 2026.

Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melanggar aturan pembatasan operasional saat arus mudik.

Menurut Rudi, berdasarkan analisis sementara jajaran kepolisian di lapangan, keberadaan truk sumbu tiga yang tetap beroperasi menjadi salah satu faktor memperlambat laju kendaraan pemudik. Kendaraan berat tersebut kerap menimbulkan antrean panjang terutama di ruas jalan dengan kondisi menanjak maupun menurun.

“Kami memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan sumbu tiga. Dari hasil analisis beberapa hari terakhir, salah satu penyebab arus lalu lintas menjadi lambat adalah kendaraan berat yang masih beroperasi,” ujar Rudi, Minggu (15/3/2026).

Dia mengingatkan para pelaku usaha di sektor transportasi dan logistik untuk mematuhi aturan pembatasan operasional kendaraan barang selama periode mudik. Kebijakan tersebut telah ditetapkan melalui kesepakatan bersama pemerintah guna menjaga kelancaran perjalanan masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

Rudi menilai kepatuhan pengusaha angkutan barang sangat penting agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman. Menurutnya, momen mudik merupakan waktu ketika jutaan masyarakat melakukan perjalanan secara bersamaan, sehingga diperlukan pengaturan lalu lintas yang ketat.

Selain menyebabkan kemacetan, kendaraan sumbu tiga juga dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan evaluasi kepolisian, truk besar kerap melambat di tanjakan atau turunan, bahkan terkadang berhenti di bahu jalan sehingga mengganggu kendaraan lain yang melintas.

“Beberapa kecelakaan yang terjadi juga dipicu kelalaian kendaraan berat yang parkir di bahu jalan atau melambat di jalur padat. Kondisi ini bisa memperparah risiko kecelakaan,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PMI Pertimbangkan Kirim Bantuan Kesehatan ke Iran Melalui Jalur Kemanusiaan Global
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Aturan Ganjil-Genap di Jakarta Ditiadakan Mulai Hari Ini hingga 24 Maret 2026
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapolri Lepas 4.009 Peserta Mudik Gratis di PMJ, Angka Kecelakaan Turun 40,91 Persen
• 16 jam laludisway.id
thumb
Mudik Bersama, Berbagi Harapan 2026: BRI Regional Office Jakarta 1 Lepas Ratusan Pemudik
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Di Solo Baru, Ada Paket Halalbihalal di Hotel jika Ingin Silaturahmi Praktis
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.