WAKIL Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengakui bahwa negaranya tengah menghadapi masalah terkait kenaikan harga bensin di tengah perang AS-Israel melawan Iran.
“Harga bensin naik. Kita tahu harganya naik, dan kita tahu orang-orang menderita karenanya,” katanya saat berpidato di sebuah fasilitas manufaktur di Michigan.
“Kami punya masalah – kami tahu bahwa kami punya masalah,” lanjutnya, menambahkan bahwa “kami sedang mengerjakan beberapa hal yang akan diumumkan dalam 24 hingga 48 jam ke depan”.
Wakil presiden tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin mendahului Presiden Donald Trump. (Aljazeera/P-3)





