tvOnenews.com - Kisah haru datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dibuat kagum oleh seorang tukang becak sepuh karena cara menabungnya yang unik. Momen tersebut bahkan berujung pada pemberian uang segepok untuk membantu mewujudkan impian sederhana: menembok rumah.
Peristiwa ini terjadi saat Dedi Mulyadi mengunjungi Mapolsek Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (14/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan kompensasi sebesar Rp1,4 juta kepada 557 tukang becak agar tidak beroperasi selama arus mudik Lebaran 2026, guna mengurai kemacetan.
Momen tersebut kemudian diunggah melalui kanal YouTube pribadinya pada 18 Maret 2026 dan menarik perhatian publik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pertemuannya dengan seorang tukang becak bernama Pak Surip, berusia 66 tahun.
Dedi Mulyadi dan Tukang Becak. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
Cara Nabung Unik di Jok Becak
Percakapan semakin menarik saat Dedi Mulyadi memperhatikan dompet Pak Surip yang tampak tebal. Setelah diperiksa, ternyata terdapat uang jutaan rupiah di dalamnya.
Pak Surip mengungkapkan bahwa uang tersebut merupakan hasil tabungannya selama sekitar satu setengah tahun, yang ia sisihkan setiap hari.
“Dikumpulinnya di mana?” tanya Dedi Mulyadi.
“Di sini. Jok,” jawab Pak Surip.
“Lapor istri enggak?” tanya Dedi.
“Lapor,” jawabnya.
“Oh, disimpan di jok. Iya. Selama berapa tahun ini ngumpulin?”
Pak Surip menjawab, “Ini setahun setengah.”
Pak Surip kemudian menjelaskan caranya menabung, “Sehari kadang-kadang Rp20 ribu gitu.”
“Yang stor ke istri buat beli beras ya?” tanya Dedi.
“Rp30 ribu.”
“Dibagi, jadi kalau dapat Rp60 ribu, istri Rp30 ribu, disimpan di jok Rp30 ribu. Tega amat ya,” ujar Dedi sambil bercanda.
Dedi Mulyadi pun memuji kegigihan Pak Surip.
“Ini contoh orang hebat. Tiap hari ngumpulin Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp30 ribu buat Lebaran. Udah Lebaran dapat THR. THR-nya dari jok becak,” ujarnya.
Alasan Simpan Uang di Jok
Cara menabung Pak Surip yang tidak biasa ternyata memiliki alasan sederhana namun mengundang tawa.
“Di rumah yang hilang,” ujar Pak Surip.
“Oh, jadi nyimpan di rumah hilang. Kalau di rumah diambilnya sama siapa?” tanya Dedi.




