Jakarta: PAM Jaya menargetkan seluruh wilayah di DKI Jakarta mendapatkan akses layanan air bersih 100 persen pada 2029. Sehingga, perlu dilakukan percepatan untuk merealisasikan target tersebut.
“Percepatan layanan air perpipaan menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat Jakarta,” kata Direktur Strategis & Bisnis PAM Jaya, Anugrah Esa, dikutip dari Antara, Kamis, 19 Maret 2026.
Anugerah menambahkan, percepatan ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik. Tetapi juga mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs) atau program pembangunan berkelanjutan khususnya akses air bersih dan sanitasi.
Selain itu, penggunaan air perpipaan diharapkan mampu menekan eksploitasi air tanah. Menurut dia, penggunaan air tanah selama ini menjadi penyebab utama penurunan muka tanah di Jakarta.
Baca Juga :
Pramono Akan Tegur Kantor yang Pakai Air TanahKemudian menambah sekitar dua juta pelanggan baru dan melakukan revitalisasi jaringan pipa secara bertahap. Pihaknya juga melakukan inovasi seperti water purifier dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Anugerah menyampaikan, dengan berbagai upaya tersebut, PAM JAYA optimistis target layanan air bersih 100 persen dapat tercapai lebih cepat dari rencana awal.
“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan di Jakarta,” kata dia.
Ilustrasi air bersih. Foto: MI/Pius Erlangga.
Ia mengatakan satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan teknologi penyaring air atau water purifier. Menurut dia air hasil olahan dari instalasi PAM Jaya sebenarnya telah memenuhi standar air minum sesuai regulasi Kementerian Kesehatan.
Namun, faktor usia pipa yang sudah tua menyebabkan kualitas air bisa menurun saat sampai ke rumah pelanggan. “Water purifier ini menjadi solusi perantara dan dengan alat tersebut, air pipa bisa langsung diminum tanpa perlu membeli air kemasan sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan,” ujar Anugerah.




