Perlawanan Kuba Ogah Diambil Alih Trump

detik.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut ingin "mengambil alih" Kuba di tengah krisis listrik parah yang melanda negara tersebut. Namun, pemerintah Kuba langsung merespons tegas dan menolak wacana tersebut.

Diketahui, pemadaman listrik total yang terjadi di Kuba diakibatkan oleh "pemadaman total jaringan listrik nasional," kata Union Nacional Electrica de Cuba (UNE) dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa pekerjaan telah dimulai untuk memulihkan aliran listrik.

Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pasokan energi. Infrastruktur pembangkit listrik yang sudah tua membuat pemadaman hingga belasan bahkan puluhan jam per hari menjadi hal yang umum di sejumlah wilayah.

Baca juga: Trump Bersumpah Akan Ambil Alih Kuba di Tengah Krisis Listrik

Namun sejak AS menggulingkan sekutu utama Kuba, Nicolas Maduro dari Venezuela, pada awal Januari lalu, ekonomi pulau itu semakin terpukul karena Trump mempertahankan blokade minyak de facto.

Tidak ada minyak yang diimpor ke pulau itu sejak 9 Januari, yang berdampak pada sektor energi sekaligus memaksa maskapai penerbangan untuk mengurangi penerbangan ke pulau itu, sebuah pukulan bagi sektor pariwisata yang sangat penting.

Dalam upaya untuk mengurangi tekanan ekonomi -- dan memenuhi tuntutan AS -- seorang pejabat ekonomi senior di Kuba mengumumkan pada hari Senin bahwa para pengungsi Kuba sekarang dapat berinvestasi dan memiliki bisnis di sana.

"Kuba terbuka untuk menjalin hubungan komersial yang lancar dengan perusahaan-perusahaan AS" dan "juga dengan warga Kuba yang tinggal di Amerika Serikat dan keturunan mereka," kata Menteri Perdagangan Luar Negeri dan juga Wakil Perdana Menteri, Oscar Perez-Oliva, kepada NBC News.

Baca juga: Presiden Kuba Bersumpah Bakal Melawan Usai Trump Ngotot Ambil Alih Negaranya

Trump Ancam Ambil Alih Kuba

Di tengah krisis listrik itu, Trump berjanji "mengambil alih" Kuba. Trump menyebut telah lama mendengar tentang hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba, seraya mempertanyakan kapan Washington akan mengambil langkah lebih jauh terhadap negara tersebut.

"Anda tahu, sepanjang hidup saya, saya telah mendengar tentang Amerika Serikat dan Kuba. Kapan Amerika Serikat akan melakukannya?. Saya percaya saya akan...mendapatkan kehormatan untuk mengambil alih Kuba," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih dilansir AFP, Selasa (17/3/2026).




(eva/fca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: H-2 Lebaran, Arus Mudik Padati Jalur Pantura
• 52 menit lalukumparan.com
thumb
Jalan Layang MBZ Bekasi Timur-Tambun Macet, Ada Mobil Terbakar di Dawuan
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Tol Japek Macet Parah saat Puncak Arus Mudik Ini, Jasamarga Beberkan Penyebabnya
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Pengamat Dorong KPK Mengusut Tuntas Potensi Kerugian Negara Terkait Impor Pikap dari India
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Buka 22 Gardu di GT Cikampek Utama untuk Urai Antrean Kendaraan
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.