Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Eddie Howe menyoroti rapuhnya lini pertahanan Newcastle United saat dibantai Barcelona dengan skor telak 2-7 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Camp Nou, Kamis (19/3/2026).
Howe tak menampik hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi timnya, terutama karena The Magpies sempat mampu memberikan perlawanan sengit di awal laga.
"Ini adalah kekecewaan besar bahwa kami tidak bertahan di level yang kami bisa," ujar Howe, dikutip dari laman resmi UEFA.
Menurut pelatih asal Inggris itu, momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan terjadi jelang turun minum, ketika Newcastle kebobolan gol penalti dari Lamine Yamal.
"Saya tidak yakin kami sudah pulih secara psikologis dari apa yang terjadi tepat sebelum jeda babak pertama," jelasnya.
Padahal, Newcastle sempat menunjukkan mentalitas kuat dengan dua kali menyamakan kedudukan hingga skor menjadi 2-2. Namun, momentum tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu.
Alih-alih bangkit, performa Newcastle justru merosot tajam di babak kedua. Lini pertahanan mereka kerap kehilangan fokus, sehingga membuat kiper Aaron Ramsdale harus memungut bola dari gawangnya sebanyak lima kali tambahan.
"Performa kami menurun setelah jeda babak pertama. Saya rasa kami tidak cukup bertahan dengan baik dalam proses terciptanya penalti mereka. Seharusnya kami bermain dengan penuh energi dan antusiasme ketika skor menjadi 2-2," lanjut Howe.
Meski kalah telak, Howe menilai performa timnya secara keseluruhan dalam dua leg tidak sepenuhnya mencerminkan hasil akhir. Ia tetap melihat adanya hal positif dari perjuangan anak asuhnya.
Kekalahan ini memastikan Newcastle tersingkir dari Liga Champions musim ini dengan agregat 3-8 dari Barcelona.
Meski demikian, Howe tetap mengapresiasi dukungan luar biasa dari para suporter yang hadir langsung di stadion.
"Liga Champions adalah tempat yang ingin kami tuju. Para penggemar kami luar biasa malam ini dan ada ikatan yang nyata antara mereka dan para pemain," tutup Howe.




