Bisnis.com, JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp3,57 triliun sepanjang 2025. Pencapaian ini turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,57 triliun.
Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan kinerja selama 2025 merupakan kombinasi pendapatan pengembangan proyek properti dan pengelolaan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang.
“Kami terus mengoptimalkan setiap aset agar dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa proyek properti juga mengalami peningkatan nilai yang luar biasa, sehingga menguntungkan perusahaan,” jelas Justini melalui keterangan resmi, dikutip Kamis (19/3/2026).
Dia menjelaskan pada tahun lalu, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp2,21 triliun. Dari segmen ini penjualan rumah tinggal menjadi salah satu kontributor utama dengan nilai mencapai Rp1,06 triliun, disusul penjualan apartemen sebesar Rp588,18 miliar, dan penjualan tanah sebesar Rp247,18 miliar. Di segmen properti komersial, perseroan juga mencatatkan penjualan rumah toko (ruko) sebesar Rp243,49 miliar.
Selanjutnya pendapatan berulang (recurring income) mencapai Rp1,36 triliun. Pada segmen ini yang menjadi kontributor utama adalah bisnis hotel hingga penyewaan pusat perbelanjaan. Saat ini APLN mengoperasikan sejumlah hotel seperti Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach, serta beberapa pusat perbelanjaan seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan.
Dalam periode ini, APLN mencatatkan laba kotor sebesar Rp1,47 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp2,44 triliun pada tahun sebelumnya. Sedangkan secara keseluruhan, perseroan melaporkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk turun dari Rp633,86 miliar menjadi Rp112,84 miliar. Level laba ini menunjukkan laba per saham turun dari Rp27,92 per lembar menjadi Rp4,97 per lembar.
Baca Juga
- Siasat TBS Energi (TOBA) Sukseskan Rights Issue 1,39 Miliar Lembar
- Kata Apindo Soal Rencana WFH untuk Hemat BBM
- Jadwal Operasional BRI Region Denpasar Saat Nyepi dan Lebaran 2026, Siapkan Kas Rp819 Miliar
Perseroan menyebut penurunan ini utamanya disebabkan pada tahun 2024 terdapat penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention.
Menurut Justini, ke depan Perseroan akan terus memperkuat strategi pengembangan proyek yang sesuai dengan kebutuhan pasar, khususnya hunian dan kawasan terpadu yang menawarkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami melihat kebutuhan terhadap hunian di kelompok menengah masih tetap tinggi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan setiap proyek properti APLN mampu memberikan nilai yang terus meningkat,” tutup Justini.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





