HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang akan mengguyur wilayah Barru dan Pangkep pada Kamis, 19 Maret 2026. Sementara di Makassar hujan ringan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terutama bagi yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
Cuaca di MakassarBMKG memprediksi cuaca di Kota Makassar dan sekitarnya akan didominasi oleh kondisi berawan pada pagi hari. Namun, siang hingga sore hari berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Rincian Prakiraan CuacaPagi hari akan turun hujan ringan di Barru, Pangkep, Parepare, Pinrang, dan Soppeng. Pada siang hingga sore hari.
Hujan sedang terjadi di Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Maros, Pangkep, Sinjai, dan Soppeng, sedangkan Sidrap dan Wajo berawan.
Sementara itu, wilayah Sidrap dan Wajo diprakirakan berawan sepanjang siang hingga sore hari.
Wilayah seperti Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Maros, Pangkep, Sinjai, dan Soppeng diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang pada siang dan sore hari.
Memasuki malam hari, hujan ringan kembali melanda wilayah Barru, Enrekang, Luwu Utara, Luwu Timur, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Takalar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo.
Pada dini hari, hujan ringan diperkirakan terjadi di Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Soppeng, dan Takalar.
Suhu, Kelembapan, dan Kecepatan AnginSelain prakiraan hujan, BMKG juga merilis data suhu dan kelembapan udara di Sulsel. Suhu udara diprediksi berkisar antara 19 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan udara di rentang 70 hingga 98 persen.
Kecepatan angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan antara 7 hingga 35 kilometer per jam.
BMKG Wilayah IV Makassar menegaskan, “Masyarakat di wilayah Barru dan Pangkep diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat menyebabkan gangguan aktivitas dan potensi bencana banjir.”




