10 Mobil Listrik Paling Hemat di Indonesia, Cocok untuk Harian hingga Mudik

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mobil listrik semakin diminati masyarakat Indonesia karena menawarkan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Selain biaya operasional yang lebih rendah, konsumsi listrik yang irit juga menjadi salah satu faktor utama dalam memilih kendaraan listrik.

Seiring berkembangnya teknologi, produsen otomotif kini berlomba menghadirkan mobil listrik dengan efisiensi yang semakin tinggi. Hal ini membuat biaya penggunaan per kilometer menjadi jauh lebih murah, bahkan bisa hanya sepersekian dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.

Baca Juga :
Lengkap! Daftar SPKLU di Tol Jawa untuk Mudik Lebaran 2026
Pengguna Mobil Listrik Jangan Gagal Paham, Ganti Ban Tak Bisa Sembarangan

Mobil listrik berukuran kecil atau city car umumnya menjadi yang paling irit karena bobotnya ringan dan kebutuhan energinya lebih rendah. Sementara itu, mobil dengan dimensi lebih besar seperti SUV tetap efisien, meski konsumsi energinya sedikit lebih tinggi karena faktor ukuran dan performa.

Efisiensi mobil listrik biasanya diukur dalam satuan kWh per 100 kilometer. Semakin kecil angkanya, maka semakin hemat energi yang digunakan, dan secara langsung berdampak pada biaya pengisian daya yang lebih rendah.

Berikut daftar 10 mobil listrik paling irit yang saat ini tersedia di pasar Indonesia, hasil rangkuman VIVA Otomotif Rabu 18 Maret 2026:

1. Geely EX2 – ±11,8 kWh/100 km
2. Wuling Air EV – ±10–12 kWh/100 km
3. BYD Atto 1 – ±10–12 kWh/100 km
4. Wuling BinguoEV – ±10–13 kWh/100 km
5. Citroën e-C3 – ±12–14 kWh/100 km
6. Hyundai Kona Electric – ±12–14 kWh/100 km
7. MG 4 EV – ±13–16 kWh/100 km
8. BYD Dolphin – ±15–16 kWh/100 km
9. Neta V / V-II – ±13–15 kWh/100 km
10. Hyundai Ioniq 5 – ±15–18 kWh/100 km

Jika dilihat dari daftar tersebut, mobil listrik dengan ukuran lebih kecil seperti Wuling Air EV dan BYD Atto 1 menjadi yang paling unggul dalam hal efisiensi. Hal ini membuat biaya penggunaan per kilometer menjadi jauh lebih rendah dibandingkan mobil konvensional.

Sementara itu, mobil listrik dengan ukuran lebih besar seperti Hyundai Ioniq 5 tetap menawarkan efisiensi yang kompetitif. Meski konsumsi energinya lebih tinggi, biaya operasionalnya masih tergolong hemat jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin.

Dengan semakin banyaknya pilihan mobil listrik di Indonesia, konsumen kini memiliki fleksibilitas dalam memilih kendaraan sesuai kebutuhan. Baik untuk penggunaan harian di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh seperti mudik, efisiensi energi menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.

Baca Juga :
Chery E5 Bikin Mobilitas Lebaran Lebih Nyaman
Leapmotor Siap Masuk Indonesia, Ini Daftar Mobil Listriknya
Penjualan Mobil Listrik Global Alami Penurunan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MK Hapus Pensiunan DPR, Ahmad Doli Kurnia: Saatnya Aturan Sejak Tahun 1980 Direformasi
• 3 jam laludisway.id
thumb
Aktivis Disiram Air Keras oleh BAIS TNI, Pemerintah Pastikan Ruang Demokrasi Tetap Aman
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Stasiun Pasar Senen Dipadati Pemudik, Penumpang Meluber hingga Duduk Lesehan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Jelang Lebaran, Pedagang Musiman Kulit Ketupat Raup Cuan
• 17 jam laludisway.id
thumb
Volume Kendaraan Meningkat, One Way Nasional di Tol Cikampek-Kalikangkung Diberlakukan
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.