Realitas Idul Fitri dan Nyepi di Bali Melebur dalam Toleransi

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

Dalam tiga pekan terakhir, jagat media sosial di Bali terbelah menyikapi perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh bersamaan. Narasi yang berkembang membenturkan kepentingan dua umat beragama hingga terjadi saling serang pendapat.

Nyatanya, keriuhan itu hanya terjadi di dunia maya. Di lapangan, masyarakat Bali sudah terbiasa berdampingan dalam perbedaan.

Perayaan Idul Fitri 2026 dipastikan jatuh pada 20 Maret bagi kalangan Muhammadiyah. Artinya, malam takbiran berlangsung sehari sebelumnya, 19 Maret atau bersamaan dengan perayaan Nyepi.

Meski sama-sama bertajuk perayaan, kedua momentum besar keagamaan itu memiliki filosofi yang bertolak belakang. Malam takbiran identik dengan perayaan kemenangan setelah sebulan lamanya berpuasa. Adapun umat Hindu diperintahkan untuk menyatu dalam hening dalam rangka menyambut tahun baru Saka.

Dua filosofi yang bertolak belakang itu memantik perdebatan sengit di ranah media sosial. Saling sindir dan serang mewarnai narasi dalam jagat media sosial Bali. Masyarakat seperti terbelah antara yang menyayangkan ditiadakannya perayaan takbiran secara meriah dan mereka yang berniat menjaga kesucian Nyepi.

Namun, itu hanya terjadi di dunia maya. Realitasnya, umat Islam, terutama Muhammadiyah, dan Hindu di Bali tidak mempermasalahkan hari raya yang jatuh bersamaan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali Husnul Fahmi ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (18/3/2026), mengatakan, pihaknya senantiasa menghormati adat dan istiadat yang ada di Bali. Husnul mengaku telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali.

Dari pertemuan itu, diperoleh kesepakatan untuk tetap menjaga kesucian perayaan Nyepi. Selain itu, Kementerian Agama telah merancang panduan pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri di Bali.

Dalam panduan yang dirumuskan Kemenag disebutkan, umat Islam diperkenankan melaksanakan takbiran di masjid atau mushala terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara dan tanpa menyalakan petasan, mercon atau bunyi-bunyian lainnya. Pelaksanaan takbiran hanya menggunakan penerangan secukupnya.

Baca JugaNyepi dan Kesadaran Penyelamatan Lingkungan

Kegiatan takbiran dilakukan mulai pukul 18.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita. Adapun pengamanan dan ketertiban pelaksanaan takbiran menjadi tanggung jawab setiap pengurus masjid atau mushala dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Selain itu, prajuru desa adat, pengurus masjid atau musala, pecalang, perlindungan masyarakat (linmas), serta aparat desa/kelurahan diberi tanggung jawab untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Nyepi maupun kegiatan takbiran di wilayahnya masing-masing.

Baca JugaNyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Wapres Sebut Keberagaman adalah Kekuatan
Tidak keberatan

Menurut Husnul, umat muslim dapat memahami esensi perayaan Nyepi sehingga tidak ada yang keberatan melaksanakan takbiran dengan sejumlah pembatasan. Husnul menyadari, ada narasi yang berusaha membenturkan dua hari raya besar itu di media sosial. Baginya, hal tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan.

“Tidak ada rasa tidak puas (merayakan takbiran dengan pembatasan). Kami warga Muhammadiyah sudah lama hidup di Bali, menjaga toleransi kepada saudara-saudara kami yang mayoritas umat Hindu. Kami dengan umat Hindu istilahnya sudah menyama braya (bersaudara). Sejak dulu tidak pernah ada masalah terkait hari raya yang jatuh bersamaan,” kata Husnul.

Hal serupa diungkapkan warga Kota Denpasar, Kadek Agus Mahendra (32). Dia mengaku mengikuti arah perdebatan di media sosial. Agus merasa tidak yakin munculnya opini yang menyebut pelaksanaan Nyepi di Bali tidak menghargai Idul Fitri adalah suara hati masyarakat Bali.

Keyakinan itu berdasarkan pengalaman Agus yang sudah bertahun-tahun tinggal di Denpasar. Ia menduga opini yang menyerang perayaan Nyepi berasal dari orang-orang luar yang tidak memahami dinamika kehidupan antarumat beragama di Bali.

“Kemungkinan pendapat-pendapat yang menggiring opini untuk menyerang Nyepi itu asalnya dari luar. Bisa jadi juga itu (penyebar narasi) dari bot (robot). Soalnya kami di sini sudah bertahun-tahun hidup berdampingan dan tidak pernah ada masalah. Bahkan pernah beberapa tahun lalu Idul Fitri dan Nyepi datangnya berbarengan tapi bisa terlaksana tanpa saling mengganggu,” tutur Kadek.

Di sisi lain, polisi adat (pecalang) di Bali menyatakan siap mengamankan perayaan takbiran dan Nyepi agar tetap bisa kondusif. Manggala Pasikian Pecalang Kabupaten Klungkung, Yudhi Pasek Kusuma, menyampaikan, umat muslim dan Hindu di Bali seperti sudah saling memahami “aturan tidak tertulis” masing-masing.

Baca JugaBerhari Raya Iya, Berkepala Dingin Juga

Artinya, setiap kali ada perayaan besar keagamaan satu sama lain, antarumat beragama saling menghargai. Dari pengalamannya melaksanakan pengamanan pada saat Nyepi, Yudhi pernah mendapati umat muslim yang berjalan kaki untuk melaksanakan Shalat Id beberapa tahun lalu.

Rute yang mereka tempuh pun tidak melewati jalan-jalan utama, melainkan gang-gang kecil agar tidak mengganggu umat Hindu yang sedang melaksanakan catur brata penyepian.

“Saudara-saudara kami dari umat muslim yang ada di Bali sebenarnya sudah tahu, sudah beradaptasi terhadap bagaimana tradisi kita (Nyepi) yang sudah kita jalankan dari tahun ke tahun. Jadi, sudah saling paham untuk tidak mengganggu satu sama lain,” kata Yudhi.

Hanya untuk satu hari itu saja gema takbiran tidak akan terdengar di Bali. Untuk satu hari itu, Idul Fitri dan Nyepi di Bali melebur dalam toleransi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian PKP Tata Menteng Tenggulun Tanpa APBN
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
BeauPicks: 3 Rekomendasi Baju Lebaran Last Minute di Bawah Rp500 Ribu
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ketua DPP PDIP: Arahan Megawati, Saat Lebaran Kader Bantu Masyarakat Miskin
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Jusuf Kalla Desak Israel Segera Buka Kembali Masjid Al-Aqsa
• 5 jam lalumatamata.com
thumb
Komisi III Sepakat Bentuk Panja Kawal Kasus Kekerasan pada Andrie Yunus
• 14 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.