Bisnis.com, JAKARTA — Pemudik yang akan menggunakan kendaraan pribadi perlu mewaspadai tingkat kepadatan lalu lintas, terutama ruas jalan tol Jakarta—Cikampek.
Ruas ini sangat penting karena menjadi pintu keluar utama jutaan kendaraan roda empat dari Jabodetabek maupun kendaraan yang berasal dari wilayah Sumatra.
Ahmad, pemudik dari Bogor tujuan Yogyakarta menyampaikan bahwa bottlenecking pemudik tujuan Trans Jawa berada di ruas Jakarta—Cikampek karena merupakan pertemuan berbagai arah dari dalam Kota Jakarta, Jagorawi, Cimanggis—Cibitung, serta dari Arah Tanjung Priok.
“Semua kendaraan berkumpul di ruas Jakarta—Cikampek, di situlah titik kemacetan utama. Kami mencoba mengikuti google maps untuk keluar jalur arteri di Karawang yang katanya lebih cepat, tetapi pas masuk tol kena macet lagi pas turunan tol MBZ,” ujarnya saat baru tiba di Yogyakarta, Rabu (19/3/2026).
Namun, setelah melewati kemacetan luar biasa tersebut, perjalanan lancar karena sudah diterapkan jalur searah pada ruas Cipali hingga Semarang. “Kalau sudah lepas dari Cikampek, sudah lancar karena one way. Karena banyak yang tertahan di Karawang, setelah itu lancar,” imbuhnya.
Pengalaman serupa dialami oleh Kendra, pemudik dari Bekasi yang melakukan perjalanan pada Selasa (17/3/2026) malam. Dia mengeluhkan kemacetan yang melelahkan dari Bekasi sampai Cikampek di jalur bawah.
“Untungnya ada contraflow di KM 36, tapi meskipun ada contraflow tetap saja macet. Sudah dikasih jalur khusus, masih saja banyak [kendaraan] berhenti," jelasnya.
Anwar, pemudik tujuan Yogyakarta menyampaikan bahwa pemudik perlu menyiapkan strategi perjalanan mudik untuk menghindari kemacetan.
Menurut dia, penting bagi pemudik untuk memantau situasi lalu lintas di google maps sebagai acuan kepadatan kendaraan. Waktu berangkat mudik tidak bisa menjadi acuan pasti menentukan kelancaran lalu lintas.
“Sebaiknya update di google maps, kalau Jakarta—Cikampek masih merah bisa tunda dulu,” ujarnya.
Kemudian, pantau informasi jumlah kendaraan yang sudah keluar dari Jakarta melalui jalan tol. Apabila sudah sebagian besar dari target jumlah kendaraan telah meninggalkan Jakarta, maka kemungkinan volumenya yang melintas tidak terlalu banyak.
“Namun, kemacetan sepertinya keniscayaan pada saat mudik karena di ruas jalan lain pasti ada jalur yang lancar. Kalau pas ketemu macet, sabar aja dan berharap di depan lancar. Itu bisa di-update terus di google maps,” jelasnya.





